
Tahu nggak sih kalau Indonesia merupakan salah satu pasar konsumen dengan pertumbuhan tercepat di dunia? Ukuran populasi dan pertumbuhan kelas menengah yang terus berkembang merupakan faktornya. Selain itu, peningkatan urbanisasi dan teknologi digital memberikan peluang pendapatan dan daya beli yang lebih tinggi karena jangkauan semakin meluas dan pola konsumsi masyarakat semakin cepat. Namun sebenarnya masih banyak bisnis yang kurang bisa menarik daya minat masyarakat lokal, terutama bisnis internasional.
Kenapa hal ini bisa terjadi? Kesalahan yang paling berdampak adalah akibat penerapan marketing yang salah. Berbagai teknik dan strategi marketing terkadang menjebak karena nyatanya strategi yang berhasil diterapkan di luar negeri belum tentu cocok diterapkan di Indonesia.
Nah, yuk belajar dari kesalahan marketing bisnis-bisnis tersebut terutama dari bisnis internasional supaya kamu nggak melakukan hal yang sama!
Asal Copy-Paste Trends
Digital marketing yang semakin luas digunakan dalam kegiatan pemasaran, tidak ayal membuat konten-konten di media sosial menjadi ladang berbagai bisnis melakukan promosi. Baik bertujuan brand awareness maupun selling untuk tujuan konversi. Sayangnya, tidak semua bisnis dapat membaca kecocokan suatu konten atau tren terhadap geografis tertentu. Nggak sedikit bisnis yang mengikuti ataupun mengadaptasi konten dan tren tanpa menganalisis secara mendalam kesesuaiannya dengan target audiens.
Humor yang berbeda membuat konten-konten tren yang asal copas jadi malah flop dan nggak menarik. Indonesia dengan berbagai sosial dan budayanya juga memiliki inside jokes yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. Terkadang, jokes tertentu bisa tidak cocok dengan suatu daerah, apalagi jika jokes itu dari luar negeri. Tentu makin nggak masuk di orang-orang Indonesia.
Bahkan suatu bisnis bisa jadi sampai dianggap blunder jika memilih dan mengadaptasi konten tren yang tidak sesuai. Bukannya menarik dan menghibur audiens, malah postingan membawa dampak negatif bagi citra brand.
Baca Juga: Riset Ide Konten Jadi Makin Mudah dengan 8 Metode Ini!
Kurang Memperhatikan Perilaku dan Kebiasaan Audiens di Platform Tertentu
Memilih platform dan channel media sosial merupakan suatu hal yang harus ditentukan di awal sebelum melakukan digital marketing. Hal ini supaya promosi bisa berjalan dengan efektif menyasar target audiens dan calon pelanggan yang diharapkan. Kesalahan memilih kanal dan platform akan membuat konten dan promosi yang dilakukan malah sia-sia.
Dalam memilih kanal maupun platform yang sesuai, kamu perlu memperhatikan user behavior dan habit (kebiasaan) audiens yang menggunakannya. Masyarakat Indonesia lebih sering menghabiskan waktu di media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan WhatsApp. Itu artinya untuk menarik audiens Indonesia, bisnis harus menghadirkan online presence di dalam platform-platform tersebut.
Namun bukan berarti platform lainnya tidak bisa digunakan sama sekali. Di sinilah kamu perlu menyesuaikan dengan segmentasi demografis target konsumen untuk mendapatkan wadah yang efektif dalam melaksanakan pemasaran digital.
Melupakan Event Tanggal Kembar
Double date atau twin date atau yang biasa dikenal dengan tanggal kembar adalah shopping festival yang mendominasi e-commerce di Indonesia. Bagi marketing, 8.8, 9.9, 12.12 bukan hanya sekedar tanggal, namun juga merupakan hari flash sale yang menjadi momen masif dalam berbelanja bagi para konsumen. Dengan memanfaatkan event tanggal kembar, konsumen akan tertarik terhadap produk yang ditawarkan melalui promo-promo yang hadir.
Kalau sampai bisnis kamu skip tanggal ini, siap-siap deh kehilangan traffic dan sales yang gila-gilaan. So, memperhatikan tanggal sangat penting supaya kamu nggak ketinggalan double date.
Kurang Mengadaptasi Konteks Kultur
Indonesia dengan berbagai budaya dan tradisi kaya akan berbagai perayaan. Mulai dari Hari Kemerdekaan, Hari Raya Idul Fitri, Natal, dan berbagai tradisi lokal lainnya bisa banget dimanfaatkan untuk mendorong pemasaran. Sebab, hari-hari tersebut tanpa sadar menentukan waktu dan cara masyarakat melakukan sesuatu, contohnya seperti berbelanja.
Strategi marketing seperti kampanye bisa dilakukan dengan mengadaptasi konteks kultur dan hari-hari khusus yang ada. Momen seperti ini akan membuat brand semakin terhubung dengan budaya masyarakat dan menarik perhatian audiens. Semisal bisnis kamu nggak mengembangkan konteks budaya untuk kepentingan pemasaran, wah kamu bakal kehilangan kesempatan dan mengurangi kecocokan dengan audiens Indonesia.
Kamu bisa menyesuaikan momen-momen budaya ini dengan target konsumen. Kira-kira konteks budaya dan perayaannya cocok nggak dengan produk atau layanan yang akan kamu tawarkan?
Global Pop Culture yang Bisa Juga Dimanfaatkan
Jangan salah, global pop culture seperti Holywood dan K-Culture besar banget lho di Indonesia. Dalam keseharian, hal ini merupakan topik yang cukup sering dibahas dan diminati. Seperti K-Pop dan Marvel, bisa banget membentuk pilihan konsumen akan suatu produk maupun layanan. Jika bisnis kamu mau semakin relevan, global pop culture adalah pilihan yang bisa dimanfaatkan.
Adaptasi dengan baik sesuai apa yang kamu tawarkan supaya tetap relevan satu sama lain. Ini bisa jadi poin plus buat bisnis kamu di mata pelanggan.
Kesimpulan
Sebagai bisnis yang menawarkan produk ataupun layanan di Indonesia, kamu wajib banget memperhatikan hal-hal di atas dan belajar dari kesalahan bisnis internasional. Malah seharusnya, brand lokal bisa dong lebih terkoneksi dengan masyarakat Indonesia. Jangan sampai bisnis kamu kalah sama produk-produk luar, ya!
Terakhir, sayangilah produk-produk Indonesia!
Baca Juga: Tips Agar Brand Melekat di Hati Konsumen
