
Dipdop.net – Ramadan 2026 diramaikan oleh persaingan iklan emosional yang selalu dinanti publik setiap tahunnya. Selama bertahun-tahun, iklan Marjan Ramadan 2026 dan edisi-edisi sebelumnya identik dengan momen haru, konflik keluarga, dan suasana berbuka yang hangat.
Namun tahun ini, justru iklan Toyota Ramadan 2026 yang ramai diperbincangkan di media sosial. Bukan karena lebih megah atau lebih dramatis, melainkan karena ceritanya terasa lebih dekat dengan realitas keluarga modern. Kisah tentang jarak, kesibukan, dan perjuangan untuk tetap pulang menjadi benang merah yang kuat.
Lalu, apakah strategi branding Toyota tahun ini memang lebih berbekas dibanding Marjan? Berikut analisisnya.
Pendekatan Cerita: Simbol Ramadan vs Realita Kehidupan
Dalam iklan Marjan Ramadan 2026, pendekatan simbolik tetap menjadi kekuatan utama. Cerita berpusat pada keluarga besar, konflik emosional, dan momen berbuka sebagai klimaks yang menyentuh. Visual khas Ramadan seperti meja makan, takjil, dan kebersamaan tetap menjadi fondasi storytelling.
Sebaliknya, iklan Toyota Ramadan 2026 memilih sudut pandang yang lebih realistis. Fokusnya bukan hanya pada momen berbuka, tetapi pada perjalanan menuju kebersamaan itu sendiri. Cerita menyoroti dinamika keluarga modern—tuntutan pekerjaan, jarak antar kota, hingga usaha untuk tetap pulang di tengah keterbatasan waktu.
Perbedaannya cukup jelas:
- Marjan menonjolkan suasana Ramadan.
- Toyota menonjolkan perjalanan menuju Ramadan.
Dalam artikel sebelumnya, kami juga membahas alasan iklan Sirup Marjan selalu identik dengan Ramadan sebagai bagian dari strategi konsistensi brand.
Dalam artikel sebelumnya, kami membahas alasan iklan Sirup Marjan selalu identik dengan Ramadan.
Intensitas Emosi: Dramatis vs Natural
Dari sisi emosional, Marjan tetap bermain di wilayah dramatis dan sinematik. Musik latar yang menyentuh, dialog penuh makna, serta konflik keluarga yang berujung haru menjadi ciri khasnya dalam perbandingan iklan Ramadan tahun ini.
Toyota justru mengambil pendekatan yang lebih subtle. Emosi dibangun lewat percakapan sederhana dan situasi yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak terlalu banyak adegan tangis atau klimaks berlebihan, tetapi tetap menyentuh. Pendekatan natural ini terasa lebih selaras dengan pola konsumsi konten digital saat ini yang cenderung menyukai cerita autentik dan relatable.
Relevansi Mudik 2026 dalam Strategi Branding
Mudik tetap menjadi momentum besar dalam iklan Ramadan 2026. Toyota memanfaatkan insight ini secara strategis. Kendaraan dalam narasi bukan sekadar produk, melainkan simbol perjuangan dan jembatan menuju keluarga.
Sementara itu, Marjan fokus pada momen ketika semua sudah berkumpul. Secara emosional kuat, tetapi tidak mengeksplor fase perjalanan yang justru sering kali paling penuh cerita dan refleksi.
Toyota menangkap fase “sebelum sampai”, sementara Marjan menekankan “saat sudah bersama”. Strategi ini juga sejalan dengan konsistensi Toyota membangun positioning sebagai brand keluarga dan mobilitas yang sudah terjaga selama puluhan tahun di industri otomotif nasional.
Percakapan di Media Sosial
Dari sisi digital engagement, potongan adegan iklan Toyota Ramadan 2026 cukup banyak dibagikan ulang karena dialognya mudah dikutip dan terasa relevan bagi generasi produktif. Banyak penonton merasa ceritanya mencerminkan realitas mereka—membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, serta perjuangan agar tetap bisa pulang saat Ramadan.
Sementara itu, iklan Marjan Ramadan 2026 tetap ramai ditonton, tetapi diskusi publik cenderung membandingkannya dengan ekspektasi khas Ramadan yang sudah melekat kuat pada brand tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa Toyota berhasil menciptakan rasa “baru”, sementara Marjan menjaga konsistensi identitasnya.
Apakah Iklan Toyota Benar-Benar Lebih Kuat dari Marjan?
Jawabannya bergantung pada sudut pandang yang digunakan. Jika yang dinilai adalah kekuatan simbol Ramadan dan konsistensi jangka panjang, Marjan masih sangat kuat. Brand ini telah membangun asosiasi emosional yang mendalam selama bertahun-tahun.
Namun jika yang dinilai adalah relevansi cerita dengan kondisi keluarga modern 2026, maka strategi branding Toyota terasa lebih kontekstual dan reflektif. Mengapa terasa lebih berbekas?
- Tidak terlalu eksplisit menjual produk.
- Mengangkat insight perjalanan dan jarak emosional.
- Menghadirkan cerita yang realistis dan tidak berlebihan.
Inilah yang membuat iklan Toyota Ramadan 2026 dinilai sebagian audiens terasa “diam-diam lebih kuat”.
Kesimpulan
Perbandingan iklan Toyota dan Marjan di Ramadan 2026 bukan sekadar soal siapa lebih viral, tetapi tentang perbedaan pendekatan strategi branding. Marjan tetap kokoh sebagai simbol tradisi Ramadan dengan emosi dramatis dan hangat. Sementara Toyota tampil lebih relevan dengan realitas keluarga modern melalui storytelling yang natural dan reflektif.
Jika dinilai dari kekuatan identitas, Marjan unggul dalam konsistensi. Namun dari sisi relevansi, insight mudik, dan kedekatan dengan dinamika kehidupan saat ini, Toyota terasa lebih kontekstual. Di era digital, brand tidak hanya perlu menyentuh hati—tetapi juga harus selaras dengan realitas audiensnya.
Bangun Branding UMKM mu bersama DIPDOP (HS)
