
Dipdop.net – Sahabat DIPDOP, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) resmi mencetak sejarah. Pada 8 Januari 2026, IHSG berhasil menembus level psikologis 9.000 secara intraday, setelah setahun sebelumnya sempat babak belur di kisaran 5.800 pada April 2025. Dalam hitungan kurang dari setahun, pasar modal Indonesia berbalik arah dari “panik global” jadi “optimisme baru”.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut capaian 9.000 ini “baru permulaan”. Dalam Konferensi Pers APBN KiTa, ia bilang, IHSG masih punya ruang untuk naik lebih jauh karena investor melihat dampak nyata dari pembangunan dan kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah.
Dari 5.800 ke 9.000: Bukan Sekadar Angka
Kalau mundur sedikit ke April 2025, IHSG sempat ambruk ke area 5.800-an. Penyebabnya? Sentimen global negatif gara-gara “Liberation Day” – istilah yang dipakai Presiden AS Donald Trump saat mengumumkan kebijakan perdagangan yang sangat proteksionis dan memicu kekhawatiran perang dagang baru. Banyak investor panik, asing keluar, indeks jatuh.
Tapi kepanikan itu ternyata cuma sesaat. Perlahan, pasar mulai melihat:
- Fundamental ekonomi Indonesia tetap tumbuh di atas 5%,
- Inflasi terkendali,
- Neraca keuangan negara tidak seburuk yang ditakutkan,
- Pemerintah tetap jalankan proyek pembangunan besar dan jaga belanja fiskal.
Kombinasi faktor ini bikin kepercayaan pelaku pasar pelan-pelan pulih, sampai akhirnya IHSG bukan cuma kembali ke level sebelum koreksi, tapi malah tembus rekor baru.
Purbaya: “Ini Baru Awal, 10.000 Masih Terbuka”
Purbaya menegaskan, tembusnya IHSG ke 9.000 adalah sinyal bahwa persepsi risiko ekonomi Indonesia makin rendah dan investor menilai arah kebijakan pemerintah cukup kredibel. Ia bahkan menyebut level 10.000 sebagai target yang realistis dicapai dalam waktu dekat, selama:
- Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter tetap kompak,
- Belanja pemerintah benar-benar mengalir ke ekonomi riil,
- Likuiditas terjaga dan tidak terjadi kejutan besar dari luar negeri.
Buat pelaku pasar, pernyataan ini bukan sekadar optimisme pejabat, tapi guidance bahwa pemerintah merasa cukup percaya diri menjaga stabilitas makro.
Analis: Level 9.000 Itu Tonggak Psikologis
Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia, David Sutyanto, melihat level 9.000 sebagai “tonggak psikologis” yang menandakan persepsi risiko terhadap ekonomi Indonesia di era Presiden Prabowo relatif terkelola dengan baik. Menurut dia:
- Rekor indeks tidak pernah berdiri sendiri.
- Itu adalah akumulasi ekspektasi pasar terhadap prospek dunia usaha dan kualitas kebijakan.
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, menambahkan bahwa IHSG 9.000 adalah cermin kepercayaan pasar pada arah kebijakan pemerintah. Kunci berikutnya ada di:
- Keseimbangan kebijakan fiskal dan moneter,
- Kualitas pelaksanaan belanja pemerintah,
- Sejauh mana uang negara benar-benar berputar di sektor riil, bukan hanya numpang lewat di laporan.
Fakhrul bahkan optimistis IHSG punya peluang cukup kredibel untuk menembus 10.000 dalam tahun ini, jika earnings emiten dan arus likuiditas global tetap mendukung.
Apa Artinya IHSG 9.000 buat Investor Ritel?
Buat investor ritel, IHSG 9.000 punya beberapa makna praktis:
- Sentimen positif lagi di sisi kita. Artinya, peluang capital gain jangka menengah lebih terbuka, meski tetap harus selektif.
- Valuasi beberapa saham blue chip naik, tapi kalau earnings emiten mengikuti, ini bukan bubble, melainkan repricing sejalan dengan fundamental.
- Risiko koreksi tetap ada. Level psikologis seringkali memicu profit taking jangka pendek. Jadi, jangan FOMO tanpa hitung valuasi dan horizon investasi.
Analis juga menyorot sektor-sektor yang diprediksi jadi penopang utama perjalanan indeks menuju 10.000: keuangan (perbankan), konsumsi, dan properti. Perusahaan-perusahaan di sektor ini dianggap paling siap memanfaatkan momentum pemulihan konsumsi domestik dan pelonggaran suku bunga.
Dari Sudut Pandang UMKM & Dunia Usaha
IHSG 9.000 bukan cuma kabar buat investor. Bagi dunia usaha dan UMKM, ini berarti:
- Kepercayaan investor terhadap prospek bisnis di Indonesia meningkat, sehingga peluang pendanaan – termasuk lewat pasar modal – lebih terbuka.
- Perbankan dan lembaga keuangan bisa lebih agresif menyalurkan kredit, karena outlook ekonomi dinilai lebih positif. Ini bisa turun jadi kredit modal kerja dan KUR bagi UMKM.
- Sinyal ke luar negeri bahwa Indonesia adalah pasar yang menarik. Ini bisa menarik investasi baru, yang dalam jangka menengah-long run berarti permintaan baru bagi pemasok lokal dan UMKM pendukung.
Tentu saja, UMKM tidak merasakan efek IHSG 9.000 secara instan. Namun, sebagai indikator mood dan keyakinan pasar, ini adalah kabar yang menunjukkan “lampu hijau” sedang menyala di depan.
Kesimpulan
IHSG yang tembus 9.000 bukan sekadar angka cantik di layar trading. Ini adalah simbol baliknya kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia setelah sempat diguncang sentimen global dan kekhawatiran perang dagang.
Purbaya menyebut ini baru permulaan, analis bicara soal peluang 10.000, dan pelaku pasar melihat ini sebagai konfirmasi bahwa fundamental Indonesia masih layak diperjuangkan. Bagi investor, ini saatnya tetap optimistis, tapi tetap rasional. Bagi pelaku usaha dan UMKM, ini sinyal bahwa jalan menuju pembiayaan dan ekspansi bisa jadi lebih mulus – asalkan siap menyambutnya.
Baca juga: Platform Modal Cepat untuk UMKM Indonesia: Solusi Pendanaan Praktis
