
Dipdop.net – Saat ini, banyak brand berlomba-lomba untuk merebut perhatian konsumen lewat strategi hard selling. Tapi tahukah kamu? Pendekatan yang terlalu menekan justru bisa membuat audiens merasa jenuh. Nah, di sinilah humor marketing hadir sebagai angin segar dalam dunia pemasaran digital.
Apa Itu Humor Marketing?
Humor marketing adalah strategi komunikasi brand yang menggunakan elemen lucu atau menghibur untuk menarik perhatian dan membangun koneksi emosional dengan audiens. Tujuannya bukan hanya membuat orang tertawa, tetapi juga menciptakan momen yang mudah diingat dan mudah dibagikan.
Menurut laman HubSpot, humor dalam marketing bekerja karena “orang-orang menyukai konten yang menghibur dan akan lebih mungkin membagikannya ke jaringan mereka” (HubSpot, 2023).
Kenapa Efektif?
Meningkatkan Brand Awareness
Konten lucu lebih mudah viral. Ketika orang tertawa dan merasa terhibur, mereka akan lebih mungkin membagikan konten tersebut, yang secara tidak langsung membantu brand kamu dikenal lebih luas.
Membuat Brand Terasa Lebih Humanis
Humor membuat brand terasa lebih dekat dan akrab. Alih-alih seperti entitas yang hanya ingin menjual, brand kamu akan terlihat lebih manusiawi dan relatable.
Menurunkan Resistensi Konsumen
Konsumen cenderung menolak iklan yang terlalu memaksa. Humor membantu menurunkan “perisai” mereka dan membuka jalan untuk komunikasi yang lebih santai.
Meningkatkan Engagement di Media Sosial
Konten lucu cenderung mendapatkan lebih banyak like, komentar, dan share. Ini tentu sangat menguntungkan jika kamu ingin meningkatkan jangkauan organik di platform seperti Instagram atau TikTok.
Baca Juga : Belajar Strategi Content Marketing Sederhana Ala Pride Chicken
Contoh Sukses Humor Marketing
Akun Twitter Wendy’s
Akun Twitter Wendy’s dikenal dengan cuitannya yang sarkastik dan lucu. Mereka sering roasting kompetitor atau menjawab followers dengan gaya humor yang khas. Hasilnya? Engagement mereka melonjak tinggi dan brand mereka jadi viral di kalangan Gen Z dan milenial.
Tokopedia & GoJek
Di Indonesia, brand seperti Tokopedia dan GoJek juga sering menggunakan meme atau skenario lucu dalam iklannya. Strategi ini terbukti efektif menarik perhatian sekaligus menyampaikan pesan brand dengan cara yang menyenangkan.
Tips Menggunakan Humor Marketing yang Efektif
Kenali Audiens Kamu
Pastikan gaya humor kamu sesuai dengan karakter target audiens. Gen Z mungkin suka meme absurd, sementara audiens profesional mungkin lebih suka satire ringan.
Gunakan Humor yang Relevan dan Tidak Menyinggung
Hindari humor yang bersifat ofensif atau menyentuh isu sensitif. Salah-salah, niat menghibur malah bisa jadi bumerang dan merusak citra brand.
Sisipkan Nilai Brand dalam Konten Lucu
Jangan hanya lucu, pastikan pesan brand tetap tersampaikan. Humor hanyalah media untuk menyampaikan pesan, bukan menggantikan pesan itu sendiri.
Gunakan Format Visual yang Menarik
Kombinasi teks dan visual seperti meme, short video, atau ilustrasi lucu bisa membuat kontenmu lebih menonjol dan mudah dibagikan.
Perlukah Humor Marketing Menggantikan Hard Selling?
tidak juga. Humor marketing bukan pengganti, melainkan pelengkap dari strategi pemasaran kamu. Saat kamu membangun awareness dengan konten humoris, kamu bisa tetap menyisipkan call-to-action atau link ke halaman penjualan.
Yang terpenting adalah keseimbangan. Gunakan humor untuk menjangkau dan menarik perhatian, lalu gunakan pendekatan yang lebih informatif atau persuasive untuk mendorong konversi.
Kesimpulan
Humor marketing bukan sekadar bikin audiens ketawa. Strategi ini bisa menjadi jembatan yang kuat antara brand kamu dan calon pelanggan. Saat dilakukan dengan tepat, humor bisa mengubah interaksi biasa menjadi pengalaman yang membekas di hati audiens.
