
Dipdop.net – Dalam dunia digital marketing yang semakin kompetitif, membangun brand yang berkesan dan mudah diingat adalah tantangan tersendiri. Salah satu strategi yang terbukti efektif dan menarik perhatian audiens adalah humor marketing. Strategi ini bukan hanya membuat audiens tertawa, tapi juga membangun kedekatan emosional dengan brand. Salah satu contoh suksesnya adalah restoran burger asal Filipina, NomNom Comfort Food.
Apa itu NomNom Comfort Food?
NomNom Comfort Food adalah restoran burger yang berlokasi di Puerto Princesa, Palawan, Filipina. Meski terlihat seperti restoran biasa, kehadiran mereka di media sosial membuat mereka menjadi sensasi viral. Dengan mengandalkan strategi humor marketing, akun Instagram mereka membagikan konten yang lucu, sarkastik, dan relatable. Hasilnya? Ulasan positif membanjiri platform seperti Tripadvisor dan Facebook.
Menurut ulasan dari Tripadvisor, “The burgers were not just big—they were loaded with flavor. Add the hilarious posts on their IG, and you know this place is worth visiting.” (Tripadvisor.com)
Baca Juga : Belajar Strategi Content Marketing Sederhana Ala Pride Chicken
Strategi Humor Marketing ala NomNom
1. Konsisten dengan Gaya Komunikasi
NomNom tidak setengah-setengah dalam membentuk persona digital mereka. Mereka menggunakan gaya bahasa yang kasual, sarkastik, dan penuh jokes receh. Mulai dari caption, visual, hingga balasan komentar, semua mengandung unsur humor yang konsisten.
2. Meme sebagai Senjata Utama
Konten meme menjadi bagian inti dari strategi mereka. Memanfaatkan meme yang sedang tren dan mengaitkannya dengan produk burger mereka membuat konten terasa relevan dan shareable. Ini menjadi alasan kenapa akun mereka sering dibagikan dan dikomentari.
Contoh :

3. Interaksi yang Aktif dan Lucu
Mereka aktif membalas komentar dan DM dengan gaya yang jenaka. Hal ini membuat pelanggan merasa dihargai dan ingin terus berinteraksi. Semakin banyak interaksi, semakin tinggi juga engagement rate-nya.
4. Humanisasi Brand
Brand NomNom terasa sangat manusiawi. Mereka tidak segan-segan bercanda soal diri sendiri, mengangkat tema-tema keseharian yang relatable seperti galau, tanggal tua, atau masalah hidup yang ringan.
Contoh :


Kenapa Humor Marketing Efektif?
Menurut riset dari Content Marketing Institute, konten yang mengandung humor memiliki peluang lebih tinggi untuk diingat dan dibagikan. Ini karena humor memicu emosi positif dan menciptakan hubungan yang lebih erat antara brand dan audiens.
Riset juga menunjukkan bahwa:
- 91% konsumen lebih cenderung mengingat brand yang membuat mereka tertawa.
- 72% audiens lebih bersedia membagikan konten lucu dibandingkan konten biasa.
Pelajaran untuk UMKM dan Digital Marketer
1. Tentukan Persona Brand yang Jelas
Humor tidak selalu cocok untuk semua brand. Penting untuk memahami siapa audiens Anda dan bagaimana cara mereka berkomunikasi. Jika target audiens menyukai konten ringan dan santai, humor bisa menjadi senjata ampuh.
2. Berani Jadi Berbeda
Jangan takut tampil beda di tengah kompetitor yang bermain aman. Humor bisa menjadi pembeda yang kuat dalam membangun top of mind awareness.
3. Kreatif dan Responsif
Humor marketing butuh kreativitas tinggi dan respons cepat terhadap tren. Memantau topik viral dan memodifikasinya agar sesuai dengan brand adalah strategi yang efektif.
4. Perhatikan Etika dan Batasan
Tidak semua lelucon layak diposting. Penting untuk tetap memperhatikan norma dan etika, agar brand tidak justru menjadi sasaran kritik.
Kesimpulan
NomNom Comfort Food adalah contoh nyata bagaimana humor marketing bisa membuat brand kecil menjadi pusat perhatian. Dengan gaya komunikasi yang konsisten, konten yang lucu dan relevan, serta interaksi yang aktif dengan audiens, mereka berhasil menciptakan ekosistem brand yang tidak hanya dikenal tapi juga dicintai.
