
Dipdop.net- Sebagai Copywriter, tanggung jawab saya bukan hanya soal menulis Dikutip dari Glints.com Seorang copywriter bertanggung jawab untuk merangkai kata menjadi kalimat singkat untuk keperluan promosi dengan menarik. Maka, untuk jadi copywriter andal, dibutuhkan skill-skill khusus.
copywriter dituntut untuk mampu menyampaikan pesan dengan efektif, menarik perhatian audiens, dan tentu saja menghasilkan konversi. Tapi, apa saja sebenarnya hal-hal yang harus dimiliki sebagai copywriter?
Yuk, simak beberapa keterampilan penting berikut ini yang wajib kamu kuasai:
1. Kemampuan Menulis yang Baik dan Jelas
Menulis adalah inti dari pekerjaan copywriter. Tapi menulis dengan baik tidak sekadar soal tata bahasa yang benar atau ejaan yang tepat. lebih dari itu, tulisan harus efektif, menarik, dan mudah dipahami oleh target audiens.
a. Bahasa yang Mudah Dimengerti
Copywriter harus menghindari penggunaan kata-kata yang terlalu rumit atau jargon teknis (kecuali memang sesuai dengan audiensnya). Tulisan harus bisa dimengerti oleh siapa pun dalam sekali baca. Misalnya, dibanding menulis “mengoptimalisasi efisiensi kinerja,” lebih baik gunakan “meningkatkan produktivitas kerja.”
b. Menulis dengan Tujuan yang Jelas
Setiap copy yang dibuat harus punya tujuan: apakah untuk mengajak orang membeli produk, mengisi formulir, atau mengunjungi halaman tertentu. Maka, penting bagi seorang copywriter untuk menulis dengan struktur yang jelas dan mengarahkan pembaca pada call to action (CTA) yang tepat.
c. Gaya Penulisan yang Konsisten
Copywriter perlu menyesuaikan gaya bahasa dengan identitas brand. Apakah brand kamu santai dan fun? Atau formal dan profesional? Gaya menulis yang konsisten akan membangun karakter brand yang kuat dan dikenali.
2. Keberanian Untuk Menulis “Berbeda” dari tulisan terbaik kamu
Copywriter harus berani untuk menulis berbeda, unik dari tulisan-tulisan sebelumnya. Karena terkadang tulisan-tulisan terbaik seorang copywriter belum tentu tepat dan dapat menyampaikan pesan dengan baik.
Walaupun kamu merasa bahwa tulisan itu sudah tepat, terkadang menulis “berbeda” itu sangatlah penting. Menulis bukan tentang apa yang kamu rasa cocok. Tapi, apa yang terbaik bagi suatu brand, pembaca dan brief yang kamu rancang.
Baca Juga : IMC (Integrated Marketing Communication) : Gak Bisa Asal Posting Ketika Posting di Media Sosial!
3. Cari Tahu dan Pahami Audiens Kamu
copywriter yang handal harus memahami audiensnya secara mendalam agar pesan yang disampaikan bisa benar-benar “kena” dan relevan.
a. Siapa Audiensmu?
Langkah pertama adalah mengidentifikasi siapa target audiens dari brand yang kamu tulis. Apakah mereka remaja Gen Z yang aktif di media sosial, ibu rumah tangga, profesional muda, atau pengusaha yang butuh solusi bisnis?
Beberapa aspek yang perlu diketahui dari audiens:
- Usia
- Jenis kelamin
- Pekerjaan
- Gaya hidup dan hobi
- Masalah atau kebutuhan mereka
- Bahasa sehari-hari yang mereka gunakan
Semakin detail kamu mengenal mereka, semakin mudah menyesuaikan gaya bahasa, topik, dan pesan dalam copy yang kamu buat.
b. Gunakan Bahasa yang Mereka Pahami dan Sukai
Gaya bahasa copywriting harus mencerminkan siapa audiensmu. Misalnya, saat menulis untuk Gen Z, kamu bisa gunakan bahasa yang santai dan kekinian. Tapi kalau targetnya pebisnis B2B, kamu perlu menggunakan bahasa yang lebih formal dan profesional.
c. Sesuaikan Platform yang Mereka Gunakan
Setiap audiens punya platform favorit. Gen Z misalnya, aktif di TikTok dan Instagram. Sementara audiens profesional lebih sering menggunakan LinkedIn dan email. Copywriting yang baik harus disesuaikan dengan karakteristik platform tersebut baik dari segi panjang tulisan, gaya bahasa, hingga bentuk call-to-action.
4. Mengetahui Dasar-Dasar SEO
Copywriting yang bagus tak cukup hanya enak dibaca—tapi juga harus mudah ditemukan di mesin pencari seperti Google. Di sinilah pentingnya SEO (Search Engine Optimization). Seorang copywriter yang paham SEO bisa menciptakan konten yang relevan untuk manusia, sekaligus ramah untuk mesin pencari.
a. Pahami Fungsi Keyword
Keyword adalah kata atau frasa yang diketik orang di mesin pencari. Tugas copywriter adalah menempatkan keyword secara alami dan strategis di dalam konten.
Tempat penting untuk menyisipkan keyword:
- Judul artikel
- Paragraf pembuka
- Subjudul (heading)
- Alt text gambar
- Meta description
Misalnya, kalau keyword-nya adalah “tips menulis copywriting”, maka keyword tersebut harus muncul di bagian-bagian penting tanpa membuat tulisan terasa dipaksakan.
b. Buat Judul yang Menarik dan Relevan
Judul harus mencerminkan isi artikel sekaligus mengandung keyword utama. Judul yang menarik akan meningkatkan CTR (Click-Through Rate), sementara judul yang relevan membantu Google memahami kontenmu.
Contoh:
- Kurang SEO-friendly: “Tips Berguna untuk Penulis”
- Lebih SEO-friendly: “7 Tips Menulis Copywriting yang Menarik dan Menjual”
c. Gunakan Struktur yang Jelas (Heading & Subheading)
Gunakan tag heading seperti H1, H2, H3, dst. untuk membagi konten jadi lebih mudah dibaca. Mesin pencari sangat menyukai struktur yang rapi karena membantu memahami hierarki informasi di dalam kontenmu.
d. Perhatikan Panjang Konten
Google cenderung menyukai artikel dengan panjang minimal 800–1.000 kata, tergantung topiknya. Tapi tetap prioritaskan kualitas dan relevansi. Jangan asal menambah panjang artikel hanya untuk memenuhi target.
e. Internal & External Link
Tambahkan internal link ke artikel lain di website yang relevan, dan external link ke sumber terpercaya. Ini membantu pembaca mendapatkan referensi tambahan dan membuat Google melihat kontenmu sebagai kredibel.
f. Meta Description yang Jelas & Menggoda
Meta description adalah ringkasan singkat yang muncul di hasil pencarian. Copywriter harus bisa membuat meta description yang:
- Mengandung keyword
- Menarik untuk diklik
- Menjelaskan inti konten
Contoh meta description yang baik:
Pelajari 7 skill wajib copywriter agar kamu bisa menulis konten yang menarik, efektif, dan ramah SEO.
5. Kemampuan Riset yang Kuat
Copywriter bukan hanya penulis, tapi juga penjelajah informasi. Tanpa riset yang matang, tulisan bisa jadi dangkal, tidak akurat, atau tidak relevan dengan target audiens dan kebutuhan klien. Maka dari itu, kemampuan riset yang baik adalah senjata utama copywriter untuk menghasilkan konten yang bernilai dan kredibel.
a. Memahami Produk atau Jasa Secara Mendalam
Sebelum menulis, kamu harus paham betul apa yang sedang kamu promosikan:
- Apa keunggulan produknya?
- Apa perbedaan utamanya dari kompetitor?
- Masalah apa yang bisa diselesaikan oleh produk/jasa ini?
Contoh: Kalau kamu menulis untuk skincare, kamu harus tahu bahan aktifnya, manfaatnya, cara pemakaian, hingga testimoni pengguna. Dengan pemahaman ini, kamu bisa menulis dengan lebih meyakinkan dan informatif.
b. Mengenal Kompetitor
Melalui riset, kamu juga bisa mempelajari bagaimana kompetitor menulis copy mereka. Apa kekuatan mereka? Apa yang bisa kamu lakukan lebih baik? Analisis ini membantu kamu menemukan celah untuk membuat tulisan yang lebih unggul dan unik.
c. Mencari Sumber Terpercaya
Informasi yang digunakan dalam copy harus bisa dipertanggungjawabkan, apalagi jika menyangkut data atau klaim. Gunakan sumber-sumber terpercaya seperti:
- Website resmi brand
- Artikel dari media kredibel
- Jurnal atau laporan industri
- Wawancara dengan pakar
Hindari menyalin informasi mentah dari internet. Tugas copywriter adalah mencerna dan menyederhanakan informasi tersebut agar mudah dimengerti dan sesuai dengan gaya brand.
d. Riset Audiens dan Tren Terkini
Selain produk, copywriter juga perlu riset soal audiens dan tren digital terbaru:
- Apa yang sedang dibicarakan audiens?
- Bahasa seperti apa yang mereka gunakan?
- Apakah sedang ada tren yang bisa dihubungkan dengan konten yang kamu tulis?
Gunakan tools seperti:
- Google Trends
- Ubersuggest
- AnswerThePublic
- Sosial media (Twitter, TikTok, Instagram) untuk memantau tren
Kesimpulan
Menjadi copywriter bukan hanya soal bisa menulis dengan baik, tetapi juga tentang memahami audiens, menguasai dasar-dasar SEO, mampu melakukan riset mendalam, dan menyalurkan kreativitas ke dalam setiap kalimat. Seorang copywriter harus peka terhadap tren, mampu menyesuaikan gaya bahasa dengan target pasar, dan bisa menyampaikan pesan secara efektif dalam ruang yang terbatas.
Ingat, copy yang baik bukan sekadar keren dan indah, tapi juga berkesan. (MZA)
