
Guerilla marketing adalah strategi pemasaran yang dilakukan dengan sumber daya terbatas, tetapi mampu mencapai dampak yang besar. Metode ini mencakup penggunaan kreativitas, kejutan, dan ketertarikan emosional untuk menarik perhatian pelanggan tanpa perlu mengeluarkan biaya besar. Istilah “guerilla” sendiri berasal dari taktik perang gerilya yang digunakan oleh pasukan kecil untuk melawan pasukan yang lebih besar dan lebih kuat. Itu sebabnya, pendekatan pemasaran ini harus sangat kreatif, inovatif, dan tidak konvensional.
Guerilla marketing pertama kali diperkenalkan oleh Jay Conrad Levinson dalam bukunya yang berjudul “Guerilla Marketing” yang diterbitkan pada tahun 1984. Levinson, seorang pakar pemasaran, merasa perusahaan-perusahaan dengan anggaran pemasaran terbatas perlu menemukan cara baru untuk bersaing di pasar yang semakin padat. Ide dasar di balik guerilla marketing adalah bahwa Anda tidak perlu memiliki anggaran besar untuk menciptakan kampanye pemasaran yang efektif.
Sejak itu, konsep guerilla marketing terus berkembang dan menjadi populer di dunia pemasaran. Banyak perusahaan telah menggunakan pendekatan ini untuk menciptakan kampanye yang mencolok dan mengesankan pelanggan mereka. Seiring berjalannya waktu, guerilla marketing telah bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar strategi pemasaran. Metode ini adalah seni pemasaran kreatif yang terus berkembang dengan ide-ide yang selalu segar dan inovatif.
Baca Juga: Strategi Omnichannel Marketing
Jenis Guerilla Marketing
1. Ambient Marketing
Menurut Luxton and Drummond (2000), pengertian ambient marketing atau pemasaran gerilya adalah meletakkan iklan di tempat tak tidak terduga, relatif baru dan belum banyak digunakan oleh banyak kalangan. Tidak harus secara konvensional, penerapan marketing ini juga bisa dilakukan dengan cara modern. Dimana kunci keberhasilan dari ambient marketing adalah pemilihan format media yang baik yang dikombinasikan dengan pesan yang menarik dan efektif. Contohnya, sebuah kafe membuat tangga darurat di gedung perkantoran, ditempatkan tanda besar bertuliskan “Stop Here for a Break” yang disertai dengan kursi dan meja kecil, memberikan kesan tempat santai yang nyaman. Dengan tujuan mengundang pekerja yang lelah untuk beristirahat sejenak sambil menikmati kopi mereka, sambil menciptakan pengalaman positif terkait merek kopi.
2. Buzz Marketing
Kemudian ada Buzz marketing yakni teknik pemasaran yang fokus untuk membangkitkan bisnis melalui penyebaran informasi dari mulut ke mulut atau juga disebut dengan word of mouth. Dalam konteks ini, informasi yang disampaikan secara langsung dari orang ke orang dapat dengan mudah menyebar, terutama jika buzz marketing dilakukan oleh individu yang dianggap penting, populer, atau memiliki pengaruh besar.
Contohnya perusahaan membuat sebuah kontes di media sosial dengan tagar khusus yang mengundang pengguna untuk berbagi foto-foto kreatif menggunakan ponsel pintar tersebut. Hadiah menarik dijanjikan untuk foto yang paling kreatif dan menarik. Dengan harapan bisa mendorong partisipasi pengguna dan menciptakan konten yang dapat di-share secara viral.
3. Viral Marketing
Viral marketing adalah kegiatan pemasaran menggunakan internet guna menciptakan efek berita dari mulut ke mulut. Dalam pemasaran ini biasanya akan berbentuk sebuah berita/informasi secara sukarela dengan memanfaatkan media internet. Fenomena ini kerap sering terjadi akhir-akhir ini, mengingat masifnya pengguna media sosial seperti Instagram, TikTok bahkan media privat chat seperti WhatsApp.
4. Ambush Marketing
Selanjutnya ada Ambush marketing, yakni suatu strategi pemasaran di mana sebuah perusahaan berusaha menghindari biaya menjadi sponsor resmi suatu acara atau kejadian tertentu. Tetapi pada saat yang sama, mereka mencoba untuk mengecoh konsumen agar percaya bahwa perusahaan tersebut adalah sponsor resmi. Dalam konteks ini, perusahaan tersebut tidak membayar biaya sponsor resmi, namun tetap menciptakan kesan bahwa mereka memiliki keterlibatan yang kuat dengan acara tersebut. Contohnya, perusahaan tersebut menempatkan iklan di sekitar lokasi acara yang menunjukkan orang-orang menikmati minuman mereka tanpa secara eksplisit menyebut merek.
5. Sensation Marketing
Sensation marketing adalah kegiatan pemasaran yang bertujuan untuk mengejutkan pejalan kaki dengan melakukan kegiatan yang tidak biasa atau tidak familiar di tempat publik.Pendekatan ini berfokus pada menciptakan sensasi atau pengalaman yang tak terduga untuk menarik perhatian dan menciptakan kesan yang kuat pada audiens.
Misalnya, ketika melakukan kegiatan lari pagi di taman, akan ditempatkan sebuah kursi coklat yang dicat menyerupai coklat KitKat. Tindakan ini bertujuan untuk menciptakan perspektif yang unik bagi orang-orang yang lewat, terutama jika kursi tersebut berhasil menyerupai coklat KitKat.
Strategi ini juga cenderung lebih terjangkau, karena menggunakan media berbiaya rendah seperti selebaran dan poster. Idealnya, alternative marketing dapat digunakan bersamaan dengan upaya media tradisional untuk mencapai pendekatan pemasaran yang lebih holistik dan efektif.
Sumber:
