
Fuji lagi– Beberapa hari terakhir, media sosial diramaikan dengan tren bowling yang dipopulerkan oleh Fuji. Kontennya tidak hanya viral, tetapi juga memicu ribuan orang untuk ikut serta. Fuji sering disebut sebagai “Ratu FYP” karena kemampuannya menciptakan tren, bukan sekadar mengikutinya. Dari sini, ada beberapa insight menarik yang bisa dipelajari oleh brand untuk meningkatkan strategi marketing mereka. Apa saja?
1. Authority adalah Kunci
Fuji memiliki karisma yang kuat, dan banyak yang menganggapnya sebagai sosok yang punya otoritas di platform seperti TikTok. Dalam dunia marketing, authority sangat penting. Ketika sebuah brand memiliki otoritas, audiens akan lebih percaya dan mudah terpengaruh oleh pesan yang disampaikan. Membangun authority bisa dilakukan melalui konsistensi, kredibilitas, dan keunikan yang membuat brand berbeda dari yang lain.
Baca Juga: Klien: Saya Nemuin Kalian dari ChatGPT – DIPDOP
2. Strategi Penting, tapi Eksekusi Lebih Penting
Meskipun strategi adalah fondasi, eksekusi yang baik adalah kunci keberhasilan. Lihat saja konten Fuji. Konsepnya terlihat sederhana, tetapi detil eksekusinya yang membuatnya menonjol. Mulai dari pergerakan kamera, gerakan tarian, hingga sinkronisasi visual dengan musik, semuanya dilakukan dengan presisi. Brand bisa belajar bahwa eksekusi yang baik bisa mengubah ide sederhana menjadi sesuatu yang luar biasa.
3. Menjadi Trendsetter
Fuji dikenal sebagai trendsetter di TikTok. Dia tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga menciptakannya. Misalnya, tren kereta yang sempat viral beberapa waktu lalu. Orang-orang mengenal tren itu dari Fuji, meskipun mungkin bukan dia yang pertama kali memulainya. Ini menunjukkan bahwa memiliki otoritas dan eksekusi yang baik bisa membuat brand menjadi pemimpin tren di industri mereka.
4. Modifikasi Tren yang Sudah Ada
Tidak harus selalu menciptakan tren baru, brand juga bisa memodifikasi tren yang sudah ada. Contohnya, joget Bumblebee sebenarnya bukan hal baru, tetapi Fuji menambahkan elemen bowling ke dalamnya, dan hasilnya adalah 44 juta views. Ini menunjukkan bahwa kreativitas dalam memodifikasi tren yang sudah ada bisa menghasilkan sesuatu yang fresh dan menarik.
5. Konten Tren Menghasilkan UGC yang Organik
Menurut hootsuite.com, User-Generated Content (UGC) sering kali dianggap sebagai konten yang “direkayasa”. Namun, ketika orang-orang ikut serta dalam tren seperti bowling atau kereta yang dipopulerkan Fuji, UGC yang dihasilkan menjadi sangat organik. Bayangkan jika audiens yang ikut serta dalam tren tersebut adalah pelanggan sebuah brand. Awareness brand tersebut akan melonjak secara signifikan.
Contoh nyata adalah tren es kepal Milo yang sempat viral. Banyak orang yang membuat konten tentang es kepal Milo karena sedang tren, dan hal ini secara tidak langsung meningkatkan awareness dan penjualan Milo. Brand bisa memanfaatkan tren untuk menciptakan UGC yang organik dengan memicu FOMO (Fear of Missing Out) di kalangan audiens.
Kesimpulan
Dari Fuji, kita bisa belajar bahwa viralitas bukanlah hal yang kebetulan. Ada strategi, eksekusi, dan kreativitas di baliknya. Brand bisa mengambil pelajaran dari cara Fuji membangun otoritas, menciptakan tren, dan memanfaatkan UGC untuk meningkatkan awareness. Selain itu, penting untuk selalu memperdalam insight dan skill agar bisa terus beradaptasi dengan perubahan tren.
Jadi, apakah brand kamu sudah siap menjadi trendsetter berikutnya? Mulailah dengan membangun otoritas, eksekusi yang baik, dan jangan takut untuk memodifikasi tren yang sudah ada. Siapa tahu, brand kamu bisa menjadi yang berikutnya yang viral!
(SA)

One thought on “Fuji lagi, Fuji lagi, kenapa selalu VIRAL? 5 insight untuk brand.”