Copywriting udah mati? Selamat datang Era Copy-Prompting

DIPDOP > Ceative Agency > Content Marketing > Copywriting udah mati? Selamat datang Era Copy-Prompting
Copy-Prompting

Dipdop.net – Perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk marketing dan copywriting. Banyak yang bertanya-tanya, “Apakah AI akan menggantikan peran tim konten atau copywriter?” Jawabannya, tidak sepenuhnya. Justru, kita sedang memasuki era baru yang disebut Copy-Prompting, di mana kolaborasi antara manusia dan AI menjadi kunci kesuksesan.

Menurut data dari Gartner (2024), 67% perusahaan B2B sudah menggunakan AI dalam proses marketing mereka. Namun, hanya 23% yang benar-benar puas dengan hasil mentah dari AI. Ini menunjukkan bahwa meskipun AI mampu menghasilkan ribuan draft dalam hitungan menit, sentuhan manusia tetap dibutuhkan untuk memberikan makna, emosi, dan konteks yang relevan.

Apa Itu Copy-Prompting?

Copy-Prompting adalah pendekatan baru yang menggabungkan 50% Prompt Engineering dan 50% Sentuhan Manusia. Prompt Engineering adalah kemampuan merancang instruksi spesifik untuk AI, seperti “Buat headline untuk produk SaaS yang ditujukan kepada CMO yang skeptis terhadap AI.” Setelah itu, tim manusia akan menyempurnakan hasilnya dengan menambahkan brand voice, emosi, dan konteks budaya yang sesuai.

Contoh nyata bisa dilihat dari Airbnb. Mereka menggunakan AI untuk membuat deskripsi properti, tetapi tim copywriter mereka kemudian menambahkan storytelling yang unik dan personal. Hasilnya? Konten yang lebih menarik dan relevan bagi calon pelanggan.

Mengapa Sentuhan Manusia Tetap Penting?

Meskipun AI mampu menghasilkan konten dengan cepat, konten yang dihasilkan tanpa sentuhan manusia cenderung memiliki bounce rate lebih tinggi, bahkan mencapai dua kali lipatnya (Sumber: HubSpot). Ini karena AI belum sepenuhnya memahami nuansa emosional dan budaya yang hanya bisa dirasakan oleh manusia.

Dalam konteks marketing, sentuhan manusia bisa meningkatkan konversi hingga 41% dan menghemat waktu produksi hingga 30% (Sumber: MIT Sloan 2023). Artinya, kolaborasi antara AI dan manusia tidak hanya membuat proses lebih efisien, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil akhir.

Baca Juga: Strategi Trifecta: Rahasia Sukses Brand Bardi Capai 130 Ribu++ Penjualan di TikTok – DIPDOP

Bagaimana Memaksimalkan Copy-Prompting untuk Marketing?

Bagi pemilik bisnis atau manajer marketing, era Copy-Prompting adalah peluang besar untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kampanye. Berikut beberapa tips untuk memaksimalkan potensi ini:

  1. Latih Tim dalam Penggunaan AI
    Tim perlu memahami cara merancang prompt yang efektif dan bagaimana menyempurnakan hasil AI. Pelatihan ini akan memastikan bahwa konten yang dihasilkan tetap sesuai dengan brand voice dan tujuan marketing.
  2. Fokus pada Brand Voice dan Storytelling
    AI bisa membantu menghasilkan ide dan draft, tetapi tim manusia harus menambahkan elemen storytelling yang menarik dan sesuai dengan identitas brand.
  3. Manfaatkan AI untuk Efisiensi
    Dengan bantuan AI, tim bisa menyelesaikan pekerjaan yang biasanya memakan waktu satu minggu hanya dalam satu hari. Ini memungkinkan tim fokus pada strategi kreatif dan analisis data.
  4. Terus Tingkatkan Keahlian
    AI hanyalah alat. Keahlian copywriting, pemahaman tentang audiens, dan kemampuan analisis tetap menjadi faktor penentu kesuksesan.

Masa Depan Copywriting: Bukan Menulis dari Nol, Tapi Menyempurnakan

Masa depan copywriting bukan lagi tentang menulis dari nol, tetapi tentang menyempurnakan konten yang sudah “hampir jadi” berkat bantuan AI. Pendekatan ini tidak hanya berlaku untuk copywriting, tetapi juga untuk social media marketing, content creation, dan bidang lainnya.

Bagi pemilik bisnis, ini adalah kabar baik. Dengan memanfaatkan AI secara tepat, tim marketing bisa bekerja lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas. Hasilnya? Kampanye yang lebih efektif, konversi yang lebih tinggi, dan waktu yang lebih efisien.

Jadi, jangan takut dengan kehadiran AI. Jadilah orang yang mengatur dan memanfaatkannya dengan bijak. Karena pada akhirnya, AI hanyalah alat, sedangkan manusia adalah pemegang kendali.

(SA)

Suci Anggina
suci1anggina@gmail.com

One thought on “Copywriting udah mati? Selamat datang Era Copy-Prompting”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *