
Dipdop.net-Di era digital saat ini, perhatian audiens sangat terbatas. Maka dari itu, setiap kata dalam konten iklan, media sosial, atau website harus bekerja keras untuk menyampaikan pesan dengan cepat dan tepat. Di sinilah peran copywriting menjadi sangat krusial.
Apa Itu Copywriting?
Dikutip dari Gramedia, Copywriting adalah proses menulis teks (copy) yang bertujuan untuk memengaruhi, meyakinkan, atau membujuk audiens agar melakukan tindakan tertentu. Tindakan tersebut bisa berupa membeli produk, mengklik tautan, mengisi formulir, hingga membagikan konten.
Copy yang efektif tidak hanya informatif, tapi juga emosional, jelas, dan mengajak audiens untuk bertindak. Menurut Copyblogger, copywriting yang baik harus mampu berbicara langsung dengan kebutuhan dan keinginan audiens, bukan sekadar menjelaskan fitur produk.
Ciri-Ciri Copywriting yang Efektif
Agar sebuah copy mampu menarik perhatian, membangun koneksi, dan menghasilkan konversi, ada beberapa prinsip penting yang harus diterapkan. Berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang ciri-ciri copywriting yang efektif:
1. Sederhana dan Mudah Dipahami
Copywriting bukan ajang untuk menunjukkan kemampuan menggunakan kata-kata rumit. Justru sebaliknya, copy yang baik harus bisa dimengerti dalam satu kali baca, bahkan oleh audiens yang tidak punya latar belakang teknis.
Contohnya, Apple menggunakan kata-kata seperti “Light. Bright. Full of might.” untuk iPad Air. Hanya tiga kata, namun langsung mengena dan mudah diingat.

Dan juga copywriting apple tidak terbatas hanya di bahasa inggris saja, tetapi apple juga menyesuaikan dengan bahasa sesuai target pasar negara yang dituju, menggunakan bahasa yang sederhana dan permainan kata yang cukup unik, seperti :


Tips:
- Gunakan kalimat pendek (10–15 kata per kalimat).
- Hindari jargon teknis yang tidak perlu.
- Fokus pada pesan inti, tidak perlu berputar-putar.
2. Fokus pada Manfaat, Bukan Sekadar Fitur
Fitur menjelaskan apa yang produk bisa lakukan, sementara manfaat menjelaskan kenapa itu penting untuk audiens.
Contoh:
- Fitur: “Kapasitas baterai 6000mAh.”
- Manfaat: “Bisa streaming dan kerja seharian tanpa takut kehabisan baterai.”
Audiens lebih tertarik pada dampak produk dalam kehidupan mereka daripada detail spesifik teknisnya.
3. Mengandung Ajakan Bertindak (CTA) yang Jelas
Copywriting yang efektif selalu memiliki tujuan. Entah itu mengarahkan pembaca untuk membeli, mendaftar, membaca lebih lanjut, atau membagikan konten, semua itu perlu diarahkan dengan CTA yang spesifik dan jelas.
Contoh CTA efektif:
- “Coba gratis sekarang.”
- “Daftar sebelum kuota habis!”
- “Temukan produk terbaikmu di sini.”
CTA harus menonjol, tidak membingungkan, dan mengandung kata kerja aktif.
4. Memicu Emosi
Emosi adalah kunci penggerak keputusan. Copy yang berhasil sering kali menyentuh sisi emosional audiens: rasa takut kehilangan (FOMO), harapan, inspirasi, atau bahkan humor. Nike dikenal dengan slogan ikoniknya: “Just Do It”
Tiga kata ini telah menjadi inspirasi global. Copywriting Nike sering menggunakan kata-kata motivasional dan emosional untuk mendorong audiens agar berani bertindak dan percaya diri.
Dalam kampanye You Can’t Stop Us, mereka menulis:
“We may start from different places, but together we’ll rise stronger.”

Copywriting ini cukup efektif karena membawa suatu pesan, dan desan seperti ini tidak hanya menjual produk, tapi juga membangun koneksi emosional dan nilai kolektif.
Kalimat ini membangkitkan semangat dan rasa kebersamaan. Emosi seperti inilah yang membuat audiens merasa terhubung secara personal dengan brand.
Emosi yang sering digunakan dalam copywriting:
- Kepercayaan diri
- Keamanan
- Kepuasan
- Kegembiraan
- Rasa ingin tahu
Baca Juga : Belajar Strategi Content Marketing Sederhana Ala Pride Chicken
5. Memiliki Nada dan Gaya Bahasa yang Konsisten
Gaya penulisan harus mencerminkan identitas brand dan sesuai dengan target audiens. Misalnya:
- Brand teknologi: Profesional, ringkas, modern.
- Brand fashion anak muda: Santai, kekinian, penuh energi.
- Brand makanan lokal: Hangat, dekat, kadang jenaka.
Tokopedia sering menggunakan bahasa sehari-hari yang akrab di telinga orang Indonesia. Contohnya:
“Waktu Indonesia Belanja!”

Copy ini ringan, mudah dimengerti, dan sesuai dengan konteks budaya. Ini menunjukkan bahwa pemilihan kata yang tepat sesuai audiens lokal sangat penting.
6. Menggunakan Irama, Rima, atau Repetisi
Kata-kata yang mengalir enak dibaca akan lebih mudah diingat. Brand seperti Apple sangat lihai dalam hal ini. Mereka sering menggunakan sajak berirama dan struktur repetitif untuk menciptakan copy yang catchy.
Contoh copywriting efektif dari apple :
- “Light. Bright. Full of might.”
- “More power. More performance. More pro.”
Teknik ini membantu:
- Meningkatkan retensi pesan
- Menambah estetika dan flow pada teks
- Membuat slogan atau tagline lebih melekat di kepala
7. Berorientasi pada Audiens
Copywriting bukan tentang produk. Ini tentang audiens. Penulisan yang efektif berbicara langsung kepada target pembaca dan menyentuh kebutuhan, impian, atau masalah mereka.
Kamu bisa memulai dengan kata:
- “Kamu bisa…”
- “Bayangkan kalau…”
- “Pernah merasa…?”
Semakin terasa personal, semakin besar kemungkinan audiens akan terlibat.
Kesimpulan
Copywriting bukan sekadar menulis kalimat indah, tetapi menciptakan pesan yang bisa menggerakkan audiens. Belajar dari brand-brand besar seperti Apple, Nike, Tokopedia, dan lainnya, kita bisa memahami bahwa copy yang efektif adalah yang mampu berbicara dengan jelas, menyentuh emosi, dan relevan dengan kehidupan target audiens. Dengan menerapkan prinsip-prinsip di atas, kamu bisa mulai membuat copywriting yang tidak hanya enak dibaca, tapi juga mampu meningkatkan engagement dan konversi. (MZA)
