Bikin Content Pillar Pakai Analogi Mie Goreng

DIPDOP > Ceative Agency > Content Creator > Bikin Content Pillar Pakai Analogi Mie Goreng
Content Pillar

Dipdop.net – Membuat konten yang menarik dan efektif ibarat menyajikan semangkuk mie goreng yang sempurna. Ada beberapa elemen kunci yang harus diperhatikan: mie (konten utama), bumbu (gaya penyampaian), topping (nilai tambah), dan cara masak (strategi distribusi). Tanpa kombinasi yang tepat, hasilnya bisa kurang memuaskan.

Nah, content pillar bisa diibaratkan seperti berbagai jenis mie goreng. Setiap jenis punya ciri khas dan tujuan berbeda, tergantung selera audiens.

Content Pillar Seperti Ragam Mie Goreng

  1. Mie Aceh (Edukasi + Promosi + Interaksi)
    • Konten yang padat informasi tapi tetap menarik, seperti tutorial, tips, atau fakta berguna.
    • Cocok untuk brand yang ingin membangun otoritas sekaligus mengajak audiens terlibat.
  2. Mie Thailand (Awareness → Engagement → Consideration → Conversion)
    • Konten dengan alur jelas, mulai dari pengenalan brand hingga ajakan bertindak.
    • Contoh: konten viral, challenge, atau testimoni yang mendorong keputusan pembelian.
  3. Mie Taiwan (Storytelling, POV, Drama)
    • Lebih mengandalkan cerita dan emosi, cocok untuk audiens yang suka konten personal atau relatable.
    • Bisa berupa pengalaman customer, behind-the-scenes, atau konten inspiratif.

Tidak Ada Formula yang Sama untuk Semua Brand

Baca Juga: Mengapa Banyak Marketer Gagal dan Menyerah di Tengah Jalan? – DIPDOP

Penting diingat: content pillar bukan template kaku. Tidak semua brand membutuhkan kombinasi edukasi, promosi, hiburan, dan inspirasi sekaligus.

  • Brand A mungkin sukses dengan edukasi + opini.
  • Brand B lebih efektif pakai storytelling murni.
  • Brand C justru unggul lewat konten drama atau tren viral.

Kuncinya? Kenali audiens dan sesuaikan dengan:
1. Tujuan brand – Apa yang ingin dicapai? Brand awareness atau langsung konversi?
2. Kapasitas tim – Apakah mampu produksi konten variatif atau fokus pada satu jenis?
3. Karakter audiens – Lebih suka konten serius atau santai?

Kesimpulan

Seperti halnya mie goreng, tidak ada satu resep yang cocok untuk semua orang. Yang terpenting adalah memahami “rasa” yang paling disukai audiens dan menyajikannya dengan strategi matang.

Dengan memilih content pillar yang tepat, konten tidak hanya menarik, tetapi juga berdampak nyata bagi pertumbuhan brand. Jadi, jangan ikut template orang lain, tapi susun strategi yang benar-benar sesuai kebutuhanmu!

Referensi tambahan: Menurut HubSpot, brand yang menggunakan content pillar strategy mengalami peningkatan engagement hingga 3x lebih tinggi dibanding yang tidak memiliki strategi jelas.

(SA)

Suci Anggina
suci1anggina@gmail.com

One thought on “Bikin Content Pillar Pakai Analogi Mie Goreng”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *