Cara Sukses Launching Produk UMKM agar Langsung Dilirik Pasar

DIPDOP > Ceative Agency > Digital Marketing > Strategi Bisnis > Cara Sukses Launching Produk UMKM agar Langsung Dilirik Pasar
Cara Sukses Launching Produk UMKM agar Langsung Dilirik Pasar

Dipdop.net – Memulai bisnis itu mudah tapi membuat produk baru dikenal dan diminati pasar membutuhkan strategi matang. Banyak UMKM punya produk bagus tapi saat launching justru sepi peminat. Dengan persiapan yang tepat, produk bisa langsung menarik perhatian dan penjualan meningkat signifikan. Berikut cara menyusun strategi launching produk ala UMKM Indonesia yang praktis dan efektif.

Baca juga: 15 Langkah Membangun Brand UMKM Agar Cepat Terkenal

Persiapan Pra-Launching

Sebelum produk resmi diluncurkan, tahap pra-launching sangat penting. Bayangkan seperti film yang akan tayang, sebelum pemutaran resmi selalu ada teaser, poster, trailer, dan berbagai materi promosi untuk membangun rasa penasaran penonton.

Untuk UMKM, hal ini bisa diterapkan dengan membuat statement coming soon di media sosial dan marketplace. Misalnya, jika Anda menjual skincare lokal, posting gambar kemasan atau cuplikan proses produksi satu bulan sebelum launching. Kalau bisnis fashion, tunjukkan detail jahitan atau bahan yang digunakan. Strategi ini membuat calon konsumen merasa sudah kenal dengan produk sebelum benar-benar bisa membeli.

Behind the Scene

Orang Indonesia suka cerita. Produk yang memiliki cerita di balik pembuatannya cenderung lebih mudah diterima pasar. Menunjukkan proses produksi, bahan baku pilihan, atau tim kreatif yang bekerja di balik layar bisa meningkatkan kredibilitas.

Contohnya sebuah UMKM kopi di Bandung bisa menampilkan video singkat petani kopi yang memilih biji terbaik, proses roasting, hingga packaging yang rapi. Konsumen tidak hanya membeli kopi tetapi juga merasakan perjalanannya. Hal ini membangun kepercayaan sekaligus membuat orang lebih mudah merekomendasikan produk ke teman atau keluarga.

Hitung Mundur

Manusia cenderung lebih mudah diingatkan melalui pengulangan. Agar produk tetap ada di benak konsumen, lakukan strategi counting down. Misalnya, H-30 posting teaser awal, H-14 tunjukkan varian produk, H-7 beri informasi promo khusus, dan H-1 tampilkan keunggulan produk beserta ajakan membeli.

Sebuah contoh UMKM kosmetik di Jakarta menerapkan metode ini dengan memposting teaser di Instagram Stories setiap hari selama seminggu terakhir sebelum launching. Pada hari peluncuran, jumlah pengunjung toko online meningkat hampir tiga kali lipat dibanding hari biasa.

Beri Nilai Tambah

Selain mempromosikan produk, penting untuk memberi nilai tambah bagi calon konsumen. Ini bisa berupa tips penggunaan produk, edukasi terkait manfaat, atau tutorial singkat. Strategi ini tidak hanya membangun engagement tetapi juga menumbuhkan rasa percaya dan loyalitas.

Contohnya, sebuah UMKM jamu modern bisa membuat konten tentang manfaat masing-masing bahan herbal dan cara konsumsi yang tepat. Ketika calon konsumen merasa mendapat informasi berharga, mereka lebih mudah terdorong untuk mencoba produk baru.

Bangun Interaksi

Peluncuran produk bukan sekadar memberi tahu bahwa produk sudah tersedia. Interaksi dengan audiens sangat penting untuk menciptakan keterlibatan. Gunakan fitur polling, tanya jawab, atau sesi live untuk membahas produk. Semakin banyak orang yang terlibat, semakin tinggi kemungkinan mereka membeli dan merekomendasikan produk ke orang lain.

Misalnya UMKM fashion di Surabaya mengadakan sesi live Instagram yang menampilkan tips mix and match pakaian baru mereka. Konsumen bisa bertanya langsung dan menanggapi produk. Hasilnya produk tersebut terjual habis dalam 48 jam pertama.

Announcement dan Promosi

Ketika produk siap diluncurkan, lakukan announcement resmi yang jelas. Sertakan tanggal, jam, dan detail promo spesial jika ada. Jangan hanya sekali posting, pengulangan informasi membantu calon konsumen mengingat dan merencanakan pembelian.

Selain itu promosi berbayar seperti iklan sosial media bisa memperluas jangkauan, terutama jika target audiens spesifik. UMKM lokal yang menjual makanan ringan di Yogyakarta menggunakan kombinasi posting organik dan iklan singkat di Instagram untuk meningkatkan awareness. Produk ludes dalam beberapa hari dan mendapat pelanggan baru dari kota lain.

Edukasi dan Optimisme

Proses launching bukan hanya soal menjual tetapi juga memberi edukasi kepada konsumen. Edukasi ini bisa tentang cara produk dibuat, manfaat, atau cara penggunaan. Konsumen yang paham dan merasa terlibat cenderung lebih loyal.

Selain itu mental pengusaha juga menentukan hasil. Optimisme dan keyakinan bahwa produk akan laku membuat strategi lebih mudah diterapkan. Jika ragu-ragu, lebih baik menunda launching sambil memperkuat persiapan.

Baca juga: Cara Cerdas Menganalisis Kompetitor Agar Bisnis UMKM Lebih Unggul

Kesimpulan

Launching produk UMKM yang sukses membutuhkan perencanaan matang mulai dari pra-launching, behind the scene, hitung mundur, beri nilai tambah, bangun interaksi, hingga announcement dan promosi. Tidak hanya soal menampilkan produk tetapi juga membangun hubungan emosional dengan konsumen melalui cerita dan edukasi. Praktik ini terbukti efektif di berbagai UMKM Indonesia dari skincare, fashion, hingga makanan dan minuman. Kuncinya adalah konsistensi, kesabaran, dan optimisme yang membuat produk tidak sekadar hadir di pasar tetapi benar-benar meledak di hati dan dompet konsumen.

Kunjungi Dipdop.net untuk dapatkan lebih banyak insight dan tips kreatif buat UMKM seperti kamu!(BRF)

Bramantyo Rahardyan Firmansyah
tyobraman30@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *