Cara Soft Selling Biar Konsumen Feel Connected Sama Brand UMKM

DIPDOP > Ceative Agency > Business Consulting > Cara Soft Selling Biar Konsumen Feel Connected Sama Brand UMKM
Cara Soft Selling Biar Konsumen Feel Connected Sama Brand UMKM.

Dipdop.net – Di era digital yang penuh kompetisi, kemampuan UMKM untuk membangun kedekatan emosional dengan konsumen jadi salah satu kunci penting untuk memenangkan pasar. Soft selling adalah strategi yang mengedepankan cerita, pengalaman, dan hubungan daripada sekadar “jualan langsung”. Cara ini bikin konsumen merasa nyaman, dekat, dan akhirnya percaya pada brand. Ketika kepercayaan terbentuk, keputusan membeli akan datang secara alami tanpa paksaan.

Soft selling bukan hanya soal kata-kata halus, tapi juga tentang bagaimana brand menunjukkan nilai, kepribadian, dan niat baiknya. Konsumen masa kini lebih tertarik pada brand yang jujur, apa adanya, dan punya cerita yang bisa mereka kenali. Makanya, UMKM perlu mulai beralih dari metode hard selling ke komunikasi yang lebih lembut tapi kuat.

Ceritakan Value dan Perjalanan Brand

Konsumen akan merasa lebih dekat dengan brand ketika mereka tahu cerita di baliknya. Ceritakan bagaimana usaha dimulai, tantangan yang pernah kamu hadapi, atau alasan kenapa produk itu dibuat. Cerita-cerita seperti ini memberi sentuhan manusiawi pada brand UMKM, membuat konsumen merasa bukan cuma membeli produk—tapi juga mendukung perjalanan seseorang.

Selain itu, value brand harus ditampilkan dengan konsisten. Jika kamu menjunjung kualitas, tunjukkan proses yang transparan. Jika kamu fokus pada kebermanfaatan, tunjukkan dampak yang sudah kamu ciptakan. Cerita yang kuat adalah fondasi soft selling yang bisa bikin konsumen otomatis “feel connected”.

Prioritaskan Konten yang Memberi Manfaat, Bukan Cuma Jualan

Soft selling bekerja dengan memberikan nilai dulu, baru menawarkan produk. Artinya, konten yang kamu buat harus relevan dengan kebutuhan atau masalah konsumen.

Konten edukatif membuat konsumen lebih percaya karena mereka merasa “dibantu dulu” sebelum ditawarkan produk. Ketika hubungan itu sudah tercipta, mereka lebih mudah mengambil keputusan membeli. UMKM yang fokus memberi manfaat biasanya punya komunitas konsumen yang lebih loyal.

Contoh Caption Soft Selling yang Bisa Langsung Dipakai UMKM

1. UMKM Kuliner

“Menu ini awalnya cuma resep coba-coba buat keluarga di rumah. Ternyata banyak yang bilang rasanya bikin kangen masakan ibu.
Kalau kamu lagi pengen makan yang hangat dan sederhana, mungkin ini bisa jadi pilihan hari ini.”

Soft CTA: DM ya kalau mau kami siapkan untuk kamu.

2. UMKM Fashion

“Kami percaya pakaian yang nyaman bikin hari terasa lebih ringan. Karena itu, setiap potongan dijahit dengan detail supaya kamu bisa tetap percaya diri tanpa ribet.
Outfit ini cocok banget buat aktivitas seharian.”

Soft CTA: Cek detailnya di katalog, siapa tahu ini yang kamu cari.

3. UMKM Skincare

“Kulit sensitif itu butuh perhatian ekstra, bukan sekadar tren. Makanya kami pilih bahan yang lebih gentle dan aman dipakai harian.
Sudah banyak yang bilang lebih nyaman setelah rutin pakai ini.”

Soft CTA: Kalau kamu mau coba, kami siap bantu pilihkan yang sesuai tipe kulitmu.

4. UMKM Jasa (Desain/Editing)

“Setiap brand punya cerita. Tugas kami bukan cuma mendesain, tapi membantu cerita itu terlihat lebih kuat dan profesional.
Beberapa klien kami bahkan berhasil naik engagement setelah rebranding.”

Soft CTA: Kalau kamu lagi mau upgrade tampilan brand, boleh ngobrol dulu ya.

5. UMKM Minuman

“Kadang yang kita butuhkan cuma segelas minuman dingin setelah hari yang panjang.
Kami bikin ini tanpa pengawet dan pakai bahan segar supaya kamu bisa menikmati tanpa khawatir.”

Soft CTA: Order hari ini, kami kirim fresh.

Dua Template Soft Selling yang Bisa Diadaptasi

Template 1 – Storytelling Ringan

[Awal Cerita Personal]
“Awalnya kami membuat produk ini karena …”

[Masalah atau Insight Konsumen]
“Kami tahu banyak yang mengalami …”

[Solusi Secara Halus]
“Itulah kenapa kami menghadirkan …”

[Soft CTA]
“Kalau kamu merasa relate, boleh banget coba lihat detailnya.”

Template 2 – Edukasi + Soft CTA

[Masalah Umum]
“Banyak orang belum tahu kalau …”

[Edukasi Singkat]
“Padahal yang lebih penting adalah …”

[Perkenalkan Produk Tanpa Hard Sell]
“Karena itu, kami buat … dengan …”

[Soft CTA]
“Kalau mau tanya-tanya dulu juga nggak apa-apa.”

Baca juga : Penerapan Teknik Soft Selling dalam Pemasaran Produk di Media Sosial terhadap Peningkatan Penjualan Produk dan Brand Awerness

Gunakan Gaya Bahasa yang Hangat dan Personal

Dalam soft selling, komunikasi yang hangat adalah senjata utama. Hindari bahasa yang terlalu formal atau terdengar seperti iklan. Gunakan gaya bicara santai, seolah sedang ngobrol dengan teman, sehingga konsumen merasa brand-mu dekat dan ramah.

Ketika konsumen merasa dimengerti, mereka cenderung mengingat brand dengan rasa positif.

Bangun Interaksi yang Konsisten dan Tulus

UMKM perlu aktif membalas komentar, menjawab DM, dan berterima kasih setiap kali ada konsumen yang memberikan dukungan. Respons yang cepat dan tulus membuat konsumen merasa dihargai sebagai manusia, bukan sekadar pembeli.

Interaksi kecil yang konsisten sering kali lebih berdampak daripada promosi besar yang sesekali.

Tampilkan Testimoni dan UGC Secara Natural

User Generated Content (UGC) adalah salah satu bentuk soft selling paling efektif. Ketika konsumen melihat orang lain memakai produkmu dengan jujur dan apa adanya, rasa percaya akan naik dengan cepat. Tampilkan review, foto pembeli, atau video unboxing secara natural, tanpa format yang terlalu “iklan”.

Baca juga : Soft Selling Adalah: Arti, Cara, dan Perbedaannya Dengan Hard Selling

Kesimpulan

Soft selling adalah cara paling efektif buat UMKM membangun kedekatan emosional dengan konsumen tanpa terasa “memaksa”. Dengan bercerita, memberi manfaat, menggunakan bahasa yang hangat, menjaga interaksi, dan menampilkan bukti sosial secara natural, brand akan terasa lebih manusiawi dan relatable. Ketika konsumen merasa terhubung, trust pun terbentuk, dan keputusan membeli terjadi secara alami. Pada akhirnya, hubungan yang kuat lebih berharga daripada satu kali transaksi karena dari situlah loyalitas dan repeat order datang.

Bangun branding UMKM kamu bersama DIPDOP sekarang! (HS)

Hilda Sania
iyahildasania@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *