
Cara Melakukan Cold Calling – Pernah nggak sih, tiba-tiba dapet telepon di jam-jam tertentu, dan ternyata isinya penawaran produk atau jasa? Yup, itu yang disebut cold calling! Menurut Investopedia, cold calling adalah teknik pemasaran di mana pelaku bisnis langsung menghubungi calon pelanggan lewat telepon untuk menawarkan produk atau layanan mereka.
Strategi ini memang bisa mempercepat penjualan, tapi nggak bisa dibilang murah. Dibanding metode pemasaran lain, cold calling sering kali butuh biaya lebih besar. Selain itu, tantangannya juga nggak main-main—mulai dari prospek yang langsung menolak, menutup telepon, atau bahkan nggak mau angkat kalau nomornya udah ketahuan sebagai sales.
Di era digital seperti sekarang, masih relevan nggak sih metode ini? Ternyata, menurut HubSpot, banyak perusahaan B2B besar masih mengandalkan cold calling buat dapetin pelanggan. Walaupun kesannya ketinggalan zaman, nyatanya cara ini tetap dianggap efektif. Tapi tentu saja, nggak bisa asal telepon—harus ada strategi matang dan mental baja buat menghadapi berbagai respons dari calon pelanggan.
Nah, kalau gitu, gimana caranya supaya prospek tertarik dan nggak langsung nolak? Ada trik khusus yang bisa bikin mereka lebih terbuka untuk mendengar penawaranmu. Yuk, cari tahu lebih lanjut! 🚀
Baca juga : Perbedaan Cold Calling dan Warm Calling: Strategi, dan Contohnya
Bagaimana Cara Kerja Cold Calling?
Cold calling, atau yang biasa dikenal sebagai cold calling , adalah strategi pemasaran yang dilakukan dari jarak jauh, baik melalui telepon maupun kunjungan langsung seperti sales door-to-door. Agar sukses, seorang sales perlu melakukan riset mendalam tentang demografi prospek serta kondisi pasar sebelum mulai menghubungi calon pelanggan.
Namun, tantangan dalam cold calling itu cukup besar. Teknik ini punya tingkat gesekan yang tinggi, karena banyak orang yang enggan menerima telepon dari sales. Penolakan sudah jadi makanan sehari-hari—mulai dari ditolak halus, ditutup teleponnya tanpa basa-basi, hingga menerima respons kasar dari prospek. Makanya, seorang sales harus punya mental baja dan strategi komunikasi yang cerdas supaya bisa menghadapi berbagai reaksi tersebut.
Trik dan Cara Melakukan Cold Calling
Sebelum mulai cold calling, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan supaya nggak asal telepon dan malah bikin calon pelanggan ilfeel. Pastikan Anda sudah punya strategi yang jelas, mulai dari riset target pasar, menyiapkan skrip percakapan yang nggak terdengar kaku, sampai cara menghadapi berbagai kemungkinan respons dari prospek. Dengan persiapan yang matang, peluangmu untuk sukses menawarkan produk atau jasa lewat telepon jadi lebih besar!
1. Harus Melakukan Riset
Sebelum melakukan cold calling, riset itu wajib hukumnya! Tanpa memahami calon pelanggan, Anda bakal kesulitan menyusun strategi yang tepat untuk menawarkan produk.
Lewat riset, Anda bisa mengetahui karakteristik prospek dan menyesuaikan pendekatan yang paling pas. Contohnya, kalau Anda mau menawarkan motor matic terbaru, cari tahu dulu latar belakang mereka. Jangan sampai menawari seseorang yang ternyata sudah punya dua motor dengan merek dan tipe yang sama—ujung-ujungnya, cuma buang waktu dan berakhir dengan penolakan. Jadi, semakin Anda paham target pasar, semakin besar peluang suksesnya!
2. Membuat Kalimat Pembuka yang Menarik
Berbicara lewat telepon dan tatap muka jelas beda banget. Beberapa orang mungkin lebih nyaman ngobrol langsung, sementara yang lain merasa lebih canggung saat harus berbicara melalui telepon.
Nah, supaya cold calling berjalan lancar, kamu perlu menyiapkan kalimat pembuka yang menarik. Kenapa ini penting? Karena detik-detik pertama bakal menentukan apakah calon pelanggan tertarik untuk lanjut mendengarkan atau justru buru-buru menutup telepon. Jadi, pastikan pembukaanmu singkat, padat, dan bikin mereka penasaran!
3. Menulis Poin Penting yang Ingin Dijelaskan
Sebelum melakukan cold calling, punya konsep yang jelas itu sangat membantu. Dengan persiapan yang matang, Anda nggak akan bingung saat menjelaskan produk ke calon pelanggan.
Cara paling efektif adalah dengan menuliskan poin-poin penting yang ingin kamu sampaikan. Nggak perlu baca skrip kata per kata—cukup jadikan sebagai panduan agar obrolan tetap terarah. Dengan begitu, Anda bisa lebih fokus menawarkan produk tanpa takut pembicaraan melebar ke hal yang nggak perlu.
4. Berbicara dengan Percaya Diri
Menurut studi dari Yesware, sekitar 80% tenaga penjualan gagal dalam cold calling karena mereka ragu-ragu saat berbicara di telepon.
Ini jadi tantangan besar—bagaimana caranya mengatasi rasa gugup dan tetap percaya diri saat melakukan panggilan? Wajar banget kalau Anda merasa gelisah sebelum menelepon prospek. Tapi tenang, ada solusinya! Persiapan yang matang akan membantumu berbicara dengan lebih lancar dan percaya diri. Jadi, semakin siap Anda sebelum menelepon, semakin besar peluang suksesnya!
5. Tidak Mudah Menyerah
Nggak bisa dipungkiri, cold calling adalah salah satu teknik sales yang menantang. Karena itu, mental pantang menyerah wajib kamu miliki jika ingin menarik perhatian calon pelanggan.
Tantangannya bakal lebih berat kalau orang yang kamu hubungi sama sekali nggak tertarik dengan produk yang ditawarkan. Meyakinkan mereka tentu bukan perkara mudah, tapi di sinilah kerja keras dan kegigihan memainkan peran penting. Dengan strategi yang tepat dan sikap yang tidak mudah menyerah, peluang untuk sukses tetap ada!
Sumber: majoo
