
Dipdop.net – Bagi para pelaku usaha, melihat stok barang menumpuk di gudang tentu menjadi beban pikiran tersendiri. Produk yang tidak laku bukan hanya menghambat perputaran uang (arus kas), tapi juga berisiko rusak jika terlalu lama disimpan. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari pedagang kecil hingga perusahaan besar.
Namun, kamu tidak perlu berkecil hati. Produk yang sulit terjual bukan berarti kualitasnya buruk. Sering kali, masalah utamanya terletak pada strategi pemasaran yang kurang tepat. Dengan menerapkan langkah yang benar, kamu bisa mengatasi produk tidak laku menjadi keuntungan kembali.
Penasaran bagaimana caranya? Yuk, simak 8 cara mengatasi produk yang tidak laku secara lengkap di bawah ini!
Tips Mengatasi Produk yang Tidak Laku
1. Evaluasi Penyebab Produk Kurang Diminati
Langkah pertama dalam cara mengatasi produk tidak laku adalah mencari tahu akar masalahnya. Apakah harganya terlalu mahal dibanding kompetitor? Ataukah trennya sudah lewat? Atau mungkin pelanggan belum paham apa manfaat produk tersebut?
Lakukan riset kecil-kecilan dengan melihat ulasan pelanggan atau membandingkan produkmu dengan merek lain yang lebih laris. Dengan mengetahui penyebabnya, kamu bisa menentukan langkah perbaikan yang lebih tepat.
Baca juga: 4 Cara Supaya Bisnis Kecil Bertahan di Tahun Pertama, Pemula Wajib Tahu!
2. Kemas Ulang dengan Foto dan Deskripsi Menarik
Kadang, alasan sebuah produk tidak dilirik hanya karena visualnya kurang menarik. Cobalah ambil ulang foto produk dengan pencahayaan yang lebih baik dan latar belakang yang bersih.
Jangan lupa perbarui juga deskripsi produk atau copywriting-nya. Alih-alih hanya menyebutkan fitur teknis, fokuslah pada solusi yang ditawarkan produk tersebut kepada pembeli. Kata-kata yang persuasif bisa membantu untuk mengatasi produk yang tidak laku di marketplace.
3. Terapkan Strategi Bundling (Paket Hemat)
Strategi bundling adalah menggabungkan produk yang kurang laku dengan produk yang paling laris (best seller). Misalnya, jual baju dan hijab dalam satu paket dengan harga yang lebih murah. Cara ini sangat efektif untuk mengurangi stok di gudang sekaligus meningkatkan volume penjualan.
Baca juga: Apa itu Bundle Pricing? Ketahui Strateginya untuk Meningkatkan Penjualan Bisnis
4. Berikan Promo Diskon atau Flash Sale
Siapa yang tidak tergiur dengan potongan harga? Mengadakan flash sale atau diskon dalam waktu terbatas adalah cara mengatasi produk tidak laku dengan menciptakan rasa urgensi.
Kamu bisa memberikan label “Cuci Gudang” atau “Diskon Spesial Akhir Bulan”. Meski keuntungan produk menipis, yang terpenting adalah modal kamu kembali dan perputaran uang tetap berjalan lancar.
5. Manfaatkan Media Sosial dan Influencer
Jangan hanya menunggu pembeli datang. Jemput pembeli dengan mempromosikan kembali produk tersebut melalui TikTok atau Instagram. Kamu juga bisa bekerja sama dengan micro influencer untuk memberikan ulasan atau testimoni.
Video unboxing atau tutorial penggunaan produk sering kali lebih ampuh menarik minat pembeli dibandingkan hanya foto katalog. Semakin sering produkmu muncul di timeline orang, semakin besar peluangnya untuk terjual.
6. Pindah ke Platform Penjualan yang Berbeda
Jika produkmu tidak laku di satu marketplace, jangan ragu untuk mencoba platform lain. Setiap marketplace memiliki karakteristik pengguna yang berbeda. Produk yang sepi peminat di Shopee, bisa jadi justru dicari banyak orang di TikTok Shop atau Tokopedia.
Selain itu, cobalah berjualan secara offline jika memungkinkan, seperti mengikuti bazar atau pop up store. Terkadang, pelanggan perlu melihat dan memegang produk secara langsung sebelum memutuskan untuk membeli.
7. Jadikan Bonus atau Hadiah (Giveaway)
Jika stok benar-benar sulit bergerak, pertimbangkan untuk menjadikannya sebagai bonus pembelian. Misalnya, “Gratis Pouch Cantik setiap pembelian minimal Rp200.000”. Langkah ini memang tidak menghasilkan uang secara langsung, tetapi sangat efektif untuk membangun loyalitas pelanggan dan mendorong mereka berbelanja lebih banyak.
8. Ubah Display Toko dan Penataan Produk
Terkadang, pembeli tidak tertarik karena produk tersebut “tidak terlihat”. Jika kamu memiliki toko fisik, cobalah ubah display atau tata letak produk. Letakkan produk tersebut di baris depan etalase atau di dekat meja kasir agar langsung tertuju pada pandangan pembeli.
Untuk toko online, kamu bisa mengubah susunan produk di etalase toko. Pindahkan produk tersebut ke baris paling atas atau buatkan kategori khusus seperti “Must Have Items” atau “Our Picks“.
Kesimpulan
Menghadapi barang yang tidak laku memang butuh kesabaran. kunci utama dalam mengatasi produk tidak laku terletak pada bagaimana kamu melakukan pendekatan ulang kepada calon pembeli, baik melalui harga, kemasan, maupun saluran promosi. Ingat, lebih baik menjual dengan untung tipis daripada membiarkan modal tertanam sia-sia.
Kunjungi Dipdop.net untuk referensi lain seputar bisnis, strategi konten, atau digital marketing yang relevan buat kamu. (RP)
Baca juga: Waspada, Ini 6 Hal Penyebab Bisnis Cepat Gulung Tikar!
