
Dipdop.net – Pada konten reels Instagram atau TikTok, yang pertama kali menjadi sasaran empuk atensi audiens cuma satu, yakni hook. Adapun dalam dunia digital marketing, hook menjadi hal yang penting untuk digunakan dalam setiap kontennya. Hook merupakan bagian dari brand itu sendiri, jadi keberadaannya dipastikan selalu terikat dengan brand tersebut.
Brand personality menyangkut keseluruhan yang dipegang oleh brand tersebut. Hal ini juga berarti meliputi konten dan value dari konten yang dibuat. Meski memiliki tujuan yang sama, yakni untuk mempromosikan, tetapi setiap konten juga termasuk produk yang dapat menjual citra brand kepada audiens. Oleh sebab itu, hal apa pun yang terkandung dalam konten perlu dilihat, diperhatikan, dan dijadikan patokan bagi setiap brand dalam menjalankan digital marketing.
Sehubungan dengan hal di atas, hook sebagai bagian dari konten perlu diperhatikan. Bahkan lebih dari itu, melainkan dilihat sebagai bagian dari brand personality. Akan lebih baik jika suatu brand menentukan sendiri personal hook yang menjadi identitas konten digital marketing-nya. Kalau kamu masih belum tahu caranya, maka dalam artikel ini akan dijabarkan cara menentukan personal hook yang gampang untuk konten-konten kamu.
Baca Juga: Bukan Click Bait, Ini yang Bikin Audiens Tertarik sama Konten Brand Kamu!
Bagaimana Konsep Personal Hook Sebenarnya?
Hook dalam konten tidak selalu berupa kata-kata ungkapan, melainkan bisa dibuat sekreatif mungkin. Dari konten yang kamu lihat, mungkin tidak terselip ungkapan apa pun pada opening atau thumbnail yang sekiranya mampu menarik minat audiens. Lantas, di mana letak hook-nya? Setiap konten memiliki persamaan atau ciri khas yang bisa diketahui ketika melihat beberapa konten dari suatu brand, dan di sinilah kamu bisa melihat hook dalam bentuk apakah yang sedang dipakai.
Mungkin hal-hal sepele seperti adegan beranjak berdiri, menggeser buku, efek kamera, sound effect ala rekaman, dan ciri khas lainnya yang terdapat pada konten sesungguhnya termasuk personal hook. Apakah hook yang hanya terdapat pada beberapa konten saja termasuk personal hook? Bisa iya, bisa juga tidak. Sekali lagi, hal yang satu ini bergantung dengan ciri khas dan brand personality yang menentukan apakah hendak menggunakan satu jenis hook saja atau beberapa jenis hook sebagai personal hook-nya.
Cara Mudah Menentukan Personal Hook
1. Ketahui target marketing
Target marketing memang penting dalam merencanakan konsep untuk konten digital marketing dan menentukan brand personality. Hal yang sama pun berlaku pada personal hook. Kamu bisa menentukannya berdasarkan target marketing awalmu, seperti hook yang semangat untuk mereka yang energic atau hook yang terselubung untuk mereka yang menghendaki estetika. Di samping itu, kamu juga tetap bisa menargetkan khalayak umum untuk personal hook-mu.
2. Jika perlu, sesuaikan dengan produk yang dipasarkan
Personal hook menjadi ciri khas suatu brand yang memiliki perbedaan dengan brand lainnya dari segi apa pun itu. Dengan demikian, personal hook yang kamu inginkan bisa disesuaikan dengan produk yang ingin kamu jual. Misalnya, kalau produknya berupa makanan, hook bisa menggunakan alat makan atau adegan sedang makan.
3. “Jangan” mengikuti trend
Barangkali personal hook yang dimiliki oleh suatu brand adalah “pakem” untuk digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karenanya, kamu tidak perlu mengikuti trend yang terus berubah-ubah tiap musimnya. Kamu bisa mengambil trend sebagai inspirasi personal hook-mu, tetapi jangan dijadikan acuan yang pasti karena kamu bisa ketinggalan zaman hanya dengan mengikuti satu trend.
4. Hook bisa berupa apa pun
Dibanding mati gaya karena kehabisan ide yang nggak biasa, kamu bisa loh mencoba untuk berpikir out of the box alias berpikir inovatif. Faktanya, hook sesungguhnya bisa berupa apa pun. Bahkan dengan sekadar merekam konten dengan latar belakang gerobak yang memiliki atribut brand kamu pun bisa dijadikan sebagai hook. Mungkin akan ada trial error ketika mencoba hook apa pun itu sebelum menjadikannya sebagai personal hook.
5. Jadikan bagian dari brand personality
Kalau kamu sudah merasa cocok dengan hook yang selama ini kamu gunakan dalam konten, maka saatnya menjadikan personal hook dan bagian dari brand personality kamu. Hal ini turut termasuk dengan memandang personal hook dalam kontenmu sebagai bagian dari produk kontenmu yang unik. Dengan demikian, personal hook kamu bisa digunakan untuk jangka panjang dan bahkan menjadi inspirasi untuk personal hook lainnya.
Baca Juga: Kesulitan Mengatur Konten di Socmed? Mungkin Kamu Butuh Kalender Konten!
Kesimpulan
Konten digital marketing merupakan produk pertama yang dilihat oleh audiens terhadap brand. Untuk itu, di setiap konten tersebut perlu ada personal hook yang menjadi ciri khas brand yang unik dan berbeda dari yang lain. Dengan begitu, personal hook juga dipandang sebagai brand personality yang sepatutnya selalu ada dalam konten digital marketing-mu. (WA)
