
Dipdop.net – Dalam dunia digital marketing yang kompetitif, brand positioning menjadi salah satu elemen paling penting untuk memenangkan hati konsumen. Bukan hanya tentang logo atau tagline, brand positioning adalah tentang bagaimana audiens memandang brand kamu di antara para pesaing.
Artikel ini akan membahas pengertian brand positioning, tujuannya, serta langkah-langkah praktis untuk menerapkannya dalam strategi pemasaranmu.
Apa Itu Brand Positioning?
Brand positioning adalah proses strategis untuk menempatkan brand kamu di benak target audiens dengan cara yang unik dan relevan. Dengan kata lain, positioning adalah bagaimana kamu ingin orang lain mengingat dan membedakan brand-mu dibandingkan brand lain di pasar yang sama.
Menurut HubSpot, “Brand positioning is the process of positioning your brand in the mind of your customers. It’s more than a tagline or a fancy logo — it’s the strategy used to set your business apart from the rest.”
Dengan positioning yang tepat, brand kamu bisa menjadi pilihan utama bagi konsumen, bukan hanya salah satu dari banyak pilihan.
Mengapa Brand Positioning Penting?
Brand positioning yang kuat bisa memberikan berbagai manfaat, seperti:
1. Membedakan dari Kompetitor
Di pasar yang penuh dengan brand serupa, kamu perlu alasan kuat agar orang memilih kamu. Positioning membantu membentuk persepsi unik tentang brand kamu.
2. Meningkatkan Loyalitas Konsumen
Brand yang punya positioning jelas biasanya lebih dipercaya dan diingat. Ini membantu dalam membangun koneksi emosional dengan audiens.
3. Membantu Strategi Komunikasi
Dengan tahu di mana posisi brand kamu, akan lebih mudah menyusun pesan pemasaran yang tepat sasaran.
4. Memperkuat Citra Brand
Positioning yang konsisten akan memperkuat identitas brand di mata konsumen dan mitra bisnis.
Tujuan dari Brand Positioning
Berikut adalah beberapa tujuan utama dari strategi positioning:
- Membangun persepsi yang tepat: Apa yang ingin kamu audiens pikirkan ketika mendengar nama brand-mu?
- Mengarahkan strategi konten dan kampanye: Dengan positioning yang jelas, kamu bisa membuat konten yang selaras dengan identitas brand.
- Menentukan target pasar: Positioning memudahkan kamu untuk mengetahui siapa yang ingin kamu jangkau.
- Meningkatkan nilai jual: Brand yang punya positioning kuat biasanya lebih mudah menetapkan harga premium karena dianggap memiliki value lebih.
Cara Menerapkan Brand Positioning dalam Strategi Bisnis
Berikut ini adalah langkah-langkah praktis untuk menciptakan dan menerapkan positioning yang tepat untuk brand kamu:
1. Kenali Audiens Kamu
Sebelum memikirkan bagaimana kamu ingin dilihat, kamu perlu tahu siapa yang akan melihat. Lakukan riset pasar dan pahami kebutuhan serta keinginan target audiensmu.
2. Analisis Kompetitor
Lihat bagaimana brand lain memposisikan dirinya. Apa keunikan mereka? Apa kekurangan yang bisa kamu isi? Tools seperti SEMrush atau Ahrefs bisa membantu menganalisis kompetitor dari sisi digital.
3. Tentukan Unique Selling Proposition (USP)
Apa yang membedakan brand kamu dari yang lain? Bisa dari harga, kualitas, layanan, teknologi, atau bahkan cara penyampaian pesanmu.
4. Buat Pernyataan Brand Positioning
Sederhanakan strategi kamu dalam satu kalimat yang kuat. Misalnya:
“Kami adalah jasa digital marketing yang fokus pada brand lokal, memberikan strategi konten dan desain yang terjangkau dan berkualitas.”
5. Konsisten di Semua Channel
Setelah menentukan positioning, kamu perlu menjaga konsistensi di semua platform , mulai dari media sosial, website, hingga kampanye iklan.
6. Evaluasi Secara Berkala
Brand positioning bukan hal yang sekali jadi. Kamu perlu meninjau dan menyesuaikan seiring perubahan tren dan kebutuhan pasar.
Baca Juga : Belajar Strategi Content Marketing Sederhana Ala Pride Chicken
Contoh Brand Positioning yang Sukses
Contoh nyata dari brand positioning yang efektif adalah Apple. Brand ini tidak sekadar menjual produk teknologi, tapi menempatkan dirinya sebagai brand eksklusif dengan desain elegan dan teknologi inovatif. Ini membuat audiens mau membayar lebih untuk “pengalaman” yang ditawarkan, bukan hanya produk.
Seperti dikutip dari Forbes, “Brand positioning allows marketers to appeal to a specific audience with a focused message, rather than trying to be everything to everyone.”
Kesimpulan
Brand positioning bukan hanya strategi pemasaran, tapi fondasi dari semua kegiatan branding. Dengan positioning yang tepat, brand kamu akan lebih mudah dikenali, dipercaya, dan dipilih oleh konsumen.
Di era digital saat ini, di mana semua brand berlomba tampil menonjol, menentukan dan menerapkan brand positioning adalah langkah krusial untuk pertumbuhan bisnismu. Mulailah dari memahami siapa audiens kamu, kenali keunikan brand, dan buat positioning yang konsisten di seluruh kanal komunikasi.
