
Dipdop.net – Dari sekian banyaknya jenis marketing yang bisa digunakan secara sehat dalam berbisnis, masih ada loh jenis marketing yang tidak sehat untuk dilakukan, bahkan sebaiknya dihindari. Teknik marketing yang dimaksud ialah black campaign marketing. Seperti namanya, teknik marketing yang satu ini “tidak bersih” untuk dilakukan.
Bagi kamu yang masih asing dengan black campaign marketing dan ingin mengetahui mengapa teknik marketing ini sebaiknya dihindari untuk dilakukan, kamu bisa mengunjungi artikel berikut: Waspada dengan Black Campaign! Pada artikel tersebut, sudah dipaparkan mengenai pengertian, dampak negatif, serta cara menghindari black campaign.
Belum cukup sampai di situ, black campaign tidak seperti kampanye kebanyakan yang kita sering jumpai. Kampanye ini tidak semerta-merta dilakukan secara terang-terangan, melainkan secara sembunyi-sembunyi.
Adapun dalam artikel yang satu ini, tidak akan dibahas seputar pemahaman umum seperti pengertian, dampak negatif, dan cara menghindari black campaign. Dalam artikel ini, kamu akan mengetahui lebih lanjut bentuk black campaign marketing yang tanpa kita sadari ternyata sering dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan alasan di baliknya!
Baca Juga: Rahasia Sukses Green Marketing, Benarkah Paling Cocok di Tahun 2025?
Bentuk Black Campaign Marketing yang Sering Kita Tak Sadari
1. Konten membandingkan dua atau lebih dari dua produk dengan jenis yang sama
Konten perbandingan produk dengan jenis yang sama mungkin terlihat biasa saja apabila dilihat sekilas. Namun, beberapa konten yang mengusung konsep demikian bisa saja menyimpan black campaign terselubung. Loh, bagaimana bisa? Hal tersebut bisa saja, jika konten perbandingan hanya mengunggulkan satu produk saja dan tanpa disertakan konteks yang jelas perbandingan tersebut dilakukan berdasarkan spesifikasi tertentu.
Misalnya, ada produk X, Y, dan Z. Kemudian, seseorang disuruh memilih produk tersebut yang menurutnya bagus tanpa menjelaskan alasan di baliknya. Jika orang tersebut menjawab Y, maka akan ada asumsi bahwa X dan Z adalah produk yang tidak bagus meski tanpa alasan mendasar.
2. Komentar pada konten yang menyebut merek produk tertentu
Dalam sebuah konten yang bentuknya pertanyaan untuk mengatasi masalah tertentu, akan ada komentar yang memberikan solusi dengan merekomendasikan produk tertentu kepada si pemilik konten. Letak black campaign baru dapat ditemukan, apabila komentar yang diberikan malah bernada negatif, terutama jika ada banyak komentar yang menyebutkan merek produk yang sama.
3. Manipulasi kolom pencarian dengan kata kunci negatif
Melalui kolom pencarian media sosial atau Google, kamu memang bisa mencari informasi mengenai suatu produk dari merek tertentu. Akan tetapi, ketika muncul rekomendasi kata kunci yang sering dicari, kadang merek produk tersebut diikuti oleh kata kunci yang bernada menjelekkan.
Sebagai contoh, ketika kamu mengetik, “Produk merek X,” saja, tetapi kolom pencarian merekomendasikan, “Produk merek X 100% menipu.” Dalam hal ini, kamu harus waspada, karena bisa jadi kata kunci tersebut dimanipulasi dengan cara memasukkan kata kunci serupa di mesin pencari sesering mungkin.
4. Konten atau komentar yang menggiring opini dengan informasi samar
Konten yang kita lihat biasanya tidak selalu menyebutkan merek produk karena ada beragam konsep konten yang muncul sehari-harinya. Nah, konten tersebut baru dikatakan termasuk black campaign marketing secara sembunyi-sembunyi apabila mengandung deskripsi atau ciri-ciri yang mirip dengan produk dari merek tertentu, tetapi isinya hanya menjelek-jelekkan dan membuat audiens penasaran akan merek produk yang dimaksud.
5. Iklan produk yang mengandung ciri-ciri produk merek lain
Jika sebelumnya mengenai konten di media sosial, nyatanya black campaign juga dapat terjadi pada iklan. Inilah yang mesti diperhatikan. Hampir mirip dengan konsep konten yang memberikan deskripsi atau ciri-ciri produk, iklan biasanya akan menggunakan bentuk, warna, dan rupa dari produk berjenis sama dan hanya menyensor nama merek atau tampilannya secara keseluruhan.
Situasi akan bertambah repot manakala audiens telah mampu menebak merek produk yang dimaksud dalam iklan tersebut. Ujung-ujungnya, mereka akan lebih memilih merek dari produk yang diiklankan, bukan yang disensor.
Alasan Black Campaign Marketing Dilakukan Sembunyi-Sembunyi
Ada banyak hal yang mungkin mendasari alasan di balik dilakukannnya black campaign marketing, bahkan secara sembunyi-sembunyi. Tentu, yang menjadi faktor utama adalah citra brand yang sangat diprioritaskan di mata audiens yang tidak terlalu peka. Untuk itu, sudah saatnya sebagai bagian dari audiens maupun pemilik bisnis agar selalu berhati-hati dan bijak dalam menikmati konten medsos yang ada.
Baca Juga: Sekarang Waktunya Biarin Gen Z yang Ngurus Digital Marketing
Kesimpulan
Black campaign marketing merupakan teknik marketing yang kita ketahui tidak sehat untuk dilakukan dan sebagaiknya dihindari sedari dini. Tidak jarang, teknik marketing ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena main “aman” di mata audiens. Apabila kamu lebih teliti, mungkin black campaign marketing ada di sekitarmu selama ini tanpa disadari. (WA)
