
Dipdop.net – Pride Chicken menjadi salah satu contoh brand kuliner yang berhasil menarik perhatian pasar dalam waktu relatif singkat. Di tengah persaingan bisnis ayam goreng yang sangat ketat, Pride Chicken mampu membangun brand yang dikenal luas, khususnya di kalangan pelaku UMKM dan konsumen menengah. Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi marketing sederhana namun konsisten yang diterapkan.
Bagi pelaku UMKM, Pride Chicken menarik untuk dipelajari karena model bisnis dan pemasarannya masih relevan untuk usaha skala kecil hingga menengah. Strategi yang digunakan tidak selalu membutuhkan biaya besar, tetapi lebih menekankan pada pemahaman pasar, branding yang jelas, dan pendekatan yang dekat dengan konsumen.
Mengenal Konsep Marketing Pride Chicken
Salah satu kekuatan utama Pride Chicken terletak pada konsep brand yang mudah dipahami. Produk yang ditawarkan jelas, yaitu ayam goreng dengan harga terjangkau dan sistem kemitraan yang ramah bagi UMKM. Konsep ini membuat brand Pride Chicken mudah dikenali dan diingat oleh konsumen.
Selain itu, Pride Chicken memposisikan diri sebagai brand yang mendukung pelaku usaha kecil. Narasi ini secara tidak langsung membangun citra positif di mata masyarakat, khususnya calon mitra dan konsumen yang peduli pada pertumbuhan UMKM lokal.
Strategi Branding yang Konsisten
Branding Pride Chicken terlihat dari penggunaan nama brand, logo, warna, hingga konsep gerai yang seragam. Konsistensi ini penting dalam membangun identitas brand agar mudah dikenali di berbagai lokasi. Bagi UMKM, konsistensi branding seperti ini membantu meningkatkan kepercayaan konsumen.
Pride Chicken juga menampilkan branding yang sederhana namun kuat. Tanpa desain yang terlalu kompleks, brand ini tetap mampu menciptakan kesan profesional dan rapi. Hal ini menunjukkan bahwa branding efektif tidak selalu harus mahal, asalkan konsisten dan sesuai dengan target pasar.
Strategi Marketing yang Mudah Ditiru UMKM
Dari sisi pemasaran, Pride Chicken memanfaatkan strategi yang cukup sederhana, seperti promosi harga, visual produk yang menarik, dan kehadiran aktif di media sosial. Konten yang dibagikan cenderung informatif dan promosi langsung, sehingga mudah dipahami oleh konsumen.
Selain itu, strategi pemasaran dari mulut ke mulut juga berperan besar. Dengan harga yang terjangkau dan rasa yang konsisten, konsumen cenderung merekomendasikan Pride Chicken kepada orang lain. Strategi ini sangat relevan untuk UMKM yang masih membangun basis pelanggan.
Pemanfaatan Sistem Kemitraan sebagai Strategi Marketing
Sistem kemitraan Pride Chicken bukan hanya model bisnis, tetapi juga strategi marketing yang efektif. Setiap mitra secara tidak langsung menjadi media promosi brand di wilayahnya masing-masing. Semakin banyak mitra yang bergabung, semakin luas pula jangkauan brand Pride Chicken.
Bagi UMKM, strategi ini dapat diadaptasi dengan membangun jaringan reseller atau kerja sama sederhana. Dengan begitu, brand dapat berkembang tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.
Pelajaran Marketing dari Pride Chicken untuk UMKM
Ada beberapa pelajaran penting yang bisa diambil UMKM dari strategi marketing Pride Chicken. Pertama, pentingnya memiliki positioning brand yang jelas. Kedua, konsistensi dalam branding dan kualitas produk. Ketiga, pemanfaatan strategi pemasaran sederhana namun berkelanjutan.
Pride Chicken membuktikan bahwa keberhasilan marketing tidak selalu bergantung pada strategi yang kompleks. Pemahaman pasar, komunikasi brand yang tepat, dan konsistensi justru menjadi kunci utama agar brand cepat dikenal.
Kesimpulan
Belajar marketing dari Pride Chicken memberikan gambaran bahwa strategi sederhana dapat menghasilkan dampak besar jika diterapkan secara konsisten. Melalui branding yang jelas, pemasaran yang mudah dipahami, dan pemanfaatan sistem kemitraan, Pride Chicken berhasil membangun brand yang cepat dikenal. Bagi UMKM, strategi ini dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan usaha secara bertahap dan berkelanjutan tanpa harus bergantung pada modal besar.
Bangun branding UMKM mu bersama DIPDOP sekarang! (HS)
