
Dipdop.net – Siapa di antara sobat DIPDOP sudah tidak asing lagi dengan yang namanya thank you letter? Atau malah sudah begitu sering mendapatkannya saat membeli suatu produk? Meskipun biasanya hanya ditampilkan pada sebuah kertas atau kartu kecil, tetapi siapa sangka bahwasanya thank you letter memiliki fungsinya tersendiri? Memang tidak bisa diperkirakan, dari thank you letter saja bisa menjadi nilai tambah atas produk yang diberikan kepada customer.
Pada dasarnya, thank you letter sendiri bukanlah hal yang wajib kamu berikan kepada customer. Sebab, ada biaya pengeluaran tambahan untuk mencetak thank you letter untuk setiap customer yang membeli, Selain itu, cara membuatnya pun juga mudah, tidak ada hal-hal khusus yang harus dipelajari dalam membuat thank you letter. Namun, buat kamu yang masih belum benar-benar mengerti konsep thank you letter dan ingin mencari tahu kiat atau cara membuatnya, artikel ini hadir untuk kamu.
Baca Juga: Validkah Istilah “Bad Publicity is Still Publicity” untuk Brand Bisnis UMKM?
Apa yang Dimaksud dengan Thank You Letter?
Thank you letter dimaksud dengan ucapan terima kasih, biasanya ditempatkan pada sebuah kartu. Selain ucapan terima kasih, biasanya juga berisi apresiasi atas keputusan customer yang telah mau membeli produk mereka. Dengan begitu, thank you letter juga disebut dengan appreciation letter. Dalam thank you letter juga sering kali menyematkan harapan dan doa kepada customer.
Isi dari thank you letter sering kali berupa template dari masing-masing brand. Pastinya, tercantum logo atau nama brand tersebut. Uniknya, beberapa brand bahkan tidak hanya menyisipkan thank you letter pada kartunya, ada yang menyematkan kiat merawat produk, trivia, hingga ilustrasi. Segalanya diberikan demi menyenangkan dan memuaskan customer.
Fungsi Thank You Letter di Mata Customer
- Meningkatkan brand awareness, melalui penyematan logo brand pada kartu thank you letter nanti customer akan semakin mengingat brand kamu.
- Memperkaya kepercayaan customer terhadap brand kamu, karena telah mendapat ucapan terima kasih.
- Menghibur customer melalui visualisasi dari kartu thank you letter, maupun hal lain yang disematkan pada kartu.
- Menyentuh perasaan dan membuat customer merasa dihargai.
- Menjadi semakin dekat dengan customer, termasuk jika pada thank you letter tertulis bahwa kamu menerima kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas
Cara Membuat Thank You Letter
Kalau kamu sudah memahami konsep thank you letter dan mengetahui fungsi secara umum dari thank you letter, kini saatnya kamu mencoba untuk membuatnya. Sebenarnya, kamu juga tidak perlu secara “saklek” mengikuti cara yang diberikan. Selebihnya bisa disesuaikan dengan preferensi dan cara-cara di bawah ini adalah langkah awal untuk menggambarkan struktur thank you letter pada umumnya.
- Ketahui personal tone dari brand kamu. Apabila brand kamu menggunakan bahasa Indonesia yang santai dan dominan dengan cakepan sehari-hari, dalam ucapan pun kamu bisa mengikutinya. Begitu juga jika ingin menggunakan bahasa Inggris yang elegan.
- Susun kalimat ucapan terima kasih. Cukup 1-3 kalimat, bisa lebih tergantung preferensi dan keunikan brand yang ingin kamu tonjolkan. Utamakan memberi apresiasi dan harapan yang ditujukan kepada customer. Contoh: Terima kasih telah membeli, kami selalu berharap dapat memenuhi ekspektasi para pelanggan setia kami.
- Highlight bagian terima kasih, agar customer tahu bahwa kartu tersebut berisi ucapan terima kasih. Kamu bisa meng-highlight-nya dengan cara membuat tulisan “Terima kasih” lebih besar atau tebal.
- Sematkan logo brand kamu pada kartu ucapan. Penempatan logo ini juga sesuai preferensi, bisa dipojok, di atas (sebelum isi ucapan), maupun di bawah (setelah ucapan, sekaligus jadi penutup dari kartu ucapan terima kasih yang kamu buat.
- Pilih visualisasi untuk kartu. Hal ini berarti meliputi warna kartu, fon, ukuran kartu, penempatan logo brand, hingga tambahan lainnya, seperti ilustrasi atau gambar.
- Mencetak thank you letter pada selembar kertas seukuran kartu.
- Thank you letter pun siap berpindah pada tangan customer ketika menyerahkan produk.
Kurang lebih, cara-cara di atas bisa menjadi gambaran dalam membuat thank you letter. Selain itu, tidak ada aturan khusus yang mengikat bentuk-bentuk thank you letter. Dengan demikian, kamu bisa membuatnya sesuai dengan seleramu.
Baca Juga: 5 Kesalahan Branding yang Sering Dilakukan UMKM (dan Cara Menghindarinya)
Kesimpulan
Thank you letter yang sering kita lihat wujudnya saat membeli suatu produk rupanya memiliki fungsi yang signifikan, terutama terhadap branding. Thank you letter ini juga sifatnya sungguhlah opsional. Jadi, jika kamu tidak menggunakannya pun tidak jadi masalah. Di atas tadi sudah tertuang fungsi thank you letter di mata customer dan juga cara simpel membuatnya. Ketika sudah memahami konsep, peran, dan cara membuat thank you letter, kamu bisa membuatnya sesuai dengan kemauanmu. (WA)
