BBCA Melonjak, UMKM Masih Lesu: Ini Pelajaran Penting dari Pasar Saham

DIPDOP > Ceative Agency > Brand Loyalty > BBCA Melonjak, UMKM Masih Lesu: Ini Pelajaran Penting dari Pasar Saham

Sahabat DIPDOP – 21 Oktober 2025

Ketika mayoritas saham bank besar bergerak stagnan sepanjang 2025, satu nama kembali menarik perhatian pasar modal: Bank Central Asia (BBCA). Dalam beberapa hari terakhir, saham BBCA mengalami lonjakan signifikan hingga masuk daftar top movers di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pergerakan positif ini terjadi seiring meningkatnya minat investor ritel, aksi beli dari investor asing, serta optimisme pasar terhadap prospek ekonomi ke depan.

Namun di sisi lain, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menghadapi tantangan yang sama: pertumbuhan yang cenderung datar dan akses pembiayaan yang belum merata. Fenomena ini memunculkan pertanyaan penting: apa pelajaran yang bisa diambil pelaku UMKM dari dinamika pasar saham seperti yang terjadi pada BBCA?

Mengapa Saham BBCA Naik?

Ada beberapa faktor utama yang mendorong kenaikan saham BBCA di tengah kondisi sektor perbankan yang relatif lesu:

1. Valuasi Menjadi Lebih Menarik
Setelah sempat terkoreksi lebih dari 20% secara year to date (YtD), valuasi saham BBCA kini dinilai berada pada level yang menarik. Banyak analis menyebut saham bank terbesar di Indonesia ini sudah masuk kategori undervalued, sehingga menjadi incaran investor jangka panjang.

2. Likuiditas dan Manajemen Risiko yang Kuat
Di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi dan potensi meningkatnya kredit bermasalah, investor cenderung mencari perusahaan yang tahan terhadap tekanan makroekonomi. BBCA selama ini dikenal memiliki manajemen risiko yang konservatif, struktur permodalan yang kuat, serta rekam jejak pengelolaan yang disiplin. Faktor-faktor tersebut menjadikan saham BBCA tetap diminati, bahkan dalam kondisi pasar yang tidak menentu.

3. Ekspektasi Penurunan Suku Bunga BI
Pasar juga merespons positif kemungkinan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Jika hal ini terjadi, biaya dana (cost of fund) bagi perbankan akan menurun. Bank dengan basis dana murah yang besar, seperti BBCA, akan lebih mudah meningkatkan margin bunga bersih (Net Interest Margin / NIM) dan memperluas ekspansi kreditnya.

Dampaknya bagi UMKM: Jangan Hanya Jadi Penonton

Meski kenaikan saham BBCA merupakan kabar baik bagi pasar modal, pertanyaannya: apa artinya bagi pelaku UMKM?
Jawabannya: cukup banyak.

Akses Kredit Bisa Lebih Longgar
Kondisi perbankan yang membaik biasanya diikuti dengan peningkatan penyaluran kredit, termasuk ke sektor UMKM. Jika suku bunga turun, bunga pinjaman bisa lebih terjangkau, memberi peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk memperluas skala bisnisnya.

Namun Penyaluran Kredit Masih Terbatas
Di sisi lain, penyaluran kredit bagi UMKM belum menunjukkan percepatan signifikan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Purbaya Yudhi Sadewa, saat kunjungan ke sejumlah sentra UMKM beberapa waktu lalu menegaskan pentingnya percepatan akses pembiayaan ke sektor usaha rakyat.
“Penyaluran kredit ke UMKM harus lebih agresif dan merata, agar pelaku usaha kecil tidak tertinggal dalam momentum pemulihan ekonomi,” ujar Purbaya dalam kunjungannya sebagaimana dikutip dari Dipdop.net.

Pernyataan tersebut menggambarkan kesenjangan yang masih terjadi: pasar modal bergerak cepat merespons sentimen positif, tetapi sektor riil — khususnya UMKM di daerah — belum sepenuhnya merasakan dampaknya.

Pasar Saham dan UMKM: Dua Dunia yang Bisa Saling Belajar

Pergerakan pasar saham dan dinamika UMKM sering dianggap dua hal yang berbeda. Padahal keduanya berbicara tentang hal yang sama: kepercayaan, tata kelola, dan keberlanjutan usaha.

Dunia Pasar SahamDunia UMKM
Modal besar bergerak berdasarkan ekspektasiModal kecil bergerak berdasarkan kebutuhan harian
Fokus pada valuasi, sentimen, dan suku bungaFokus pada omzet, biaya operasional, dan cicilan
Berorientasi pada pertumbuhan jangka panjangSering terjebak pada urusan jangka pendek

BBCA bisa naik bukan hanya karena besar, tetapi karena memiliki sistem, data, dan reputasi yang kuat. Pelaku UMKM pun dapat mengambil pelajaran berharga dari hal ini: semakin baik tata kelola usaha, semakin besar pula kepercayaan lembaga keuangan untuk menyalurkan pembiayaan.

Strategi UMKM agar Tidak Tertinggal

Agar tidak hanya menjadi penonton ketika pasar bergerak positif, pelaku UMKM dapat mulai menerapkan langkah-langkah berikut:

1. Perkuat Transparansi Keuangan
Investor percaya pada BBCA karena laporan keuangannya jelas dan kredibel. Prinsip yang sama berlaku bagi UMKM: pembukuan yang rapi dan transparan meningkatkan kepercayaan bank dalam memberikan kredit.

2. Manfaatkan Momentum Penurunan Suku Bunga
Jika suku bunga kredit mulai longgar, inilah saat yang tepat untuk ekspansi usaha. Pastikan penggunaan modal diarahkan untuk kegiatan produktif, bukan sekadar menutup kebutuhan operasional harian.

3. Bangun Reputasi Usaha
BBCA tidak tumbuh karena produk baru semata, melainkan karena kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun. UMKM juga perlu membangun kepercayaan terhadap konsumen, pemasok, dan lembaga keuangan.

4. Mulai Melek Investasi
Banyak pelaku UMKM hanya berfokus pada kegiatan jual beli. Padahal, sebagian dana usaha dapat dialokasikan ke instrumen investasi yang likuid seperti reksa dana pasar uang, deposito, atau saham blue chip — asalkan pelaku usaha memahami risikonya. Langkah ini membuat uang tidak hanya berputar, tetapi juga bertumbuh.

5. Perluas Jaringan dan Ekosistem
UMKM tidak harus berjalan sendiri. Bergabung dalam komunitas bisnis, mengikuti pelatihan digital marketing, atau memanfaatkan program pembiayaan dari pemerintah dan swasta bisa mempercepat transformasi usaha.

Penutup: Momentum Ekonomi Bukan untuk Ditonton

Kenaikan saham BBCA mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia. Kombinasi valuasi yang menarik, manajemen risiko yang solid, dan ekspektasi penurunan suku bunga menjadi pendorong utama pergerakan positif tersebut.

Momentum ini juga membawa sinyal positif bagi dunia usaha, termasuk UMKM. Namun agar tidak hanya menjadi penonton, pelaku usaha perlu mulai berbenah: memperbaiki tata kelola, meningkatkan transparansi keuangan, dan aktif terhubung dengan ekosistem bisnis.
Seperti halnya BBCA yang membangun kepercayaan pasar selama bertahun-tahun, UMKM pun bisa tumbuh lebih kuat jika disiplin dan konsisten dalam pengelolaan usaha.

Steven Chen
chensteve96@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *