Hilda Sania

DIPDOP > Articles by: Hilda Sania
UMKM yang tampil menonjol di timeline media sosial, dengan elemen visual warna-warni dan ikon engagement seperti like, comment, dan share

Marketing Hack: Gimana UMKM Bisa Tetap Stand Out di Timeline

Di timeline yang semakin padat, UMKM harus tahu trik cepat agar kontennya tetap terlihat dan diingat. Artikel ini membahas marketing hack sederhana tapi efektif untuk membuat brand kamu tetap stand out di 2025.

Bikin konsumen ngerasa spesial lewat hyper-personalization. Strategi simple yang bikin mereka lebih percaya, lebih nyaman, dan lebih cepat beli

Hyper Personalization: Bikin Konsumen Ngerasa Jadi Prioritas

Hyper-personalization jadi strategi penting buat UMKM di 2025. Dengan pengalaman yang lebih personal, konsumen ngerasa produk ini memang dibuat khusus untuk mereka. Hasilnya? Trust naik, konversi makin cepat, repeat order lebih gampang.

Cara Soft Selling Biar Konsumen Feel Connected Sama Brand UMKM.

Cara Soft Selling Biar Konsumen Feel Connected Sama Brand UMKM

Cara soft selling paling efektif untuk bikin konsumen merasa dekat dengan brand UMKM mulai dari storytelling, konten edukatif, komunikasi hangat, interaksi tulus, sampai bukti sosial yang natural.

Menggunakan social commerce: chat pelanggan, konten interaktif, dan fitur checkout langsung dari media sosial

From Chat to Checkout: Rahasia UMKM Naik Omset Lewat Social Commerce

Di 2025, social commerce jadi cara tercepat UMKM untuk naik omset. Konsumen bisa tanya di chat, lihat review, hingga langsung checkout tanpa pindah platform.

FOMO Marketing 2025: Cara UMKM Bikin Produk Selalu Terasa ‘Harus Dibeli Sekarang’

FOMO Marketing 2025: Cara UMKM Bikin Produk Selalu Terasa ‘Harus Dibeli Sekarang’

Di tahun 2025, FOMO Marketing jadi strategi paling ampuh untuk bikin konsumen merasa produkmu wajib dibeli sekarang juga.

Trendsetter marketing bantu UMKM dan creator tampil beda lewat ide yang unik, signature style, dan storytelling yang kuat.

Trendsetter Marketing: Cara Brand Kecil Jadi Pembuat Tren di 2025

Jadi brand kecil bukan berarti harus selalu mengikuti tren. Kadang, justru kamu yang bisa menciptakan tren baru.