Apa itu Growth Marketing? Arti dan Penjelasannya

DIPDOP > Ceative Agency > Digital Marketing > Apa itu Growth Marketing? Arti dan Penjelasannya

Dipdop.net – Di dunia bisnis yang serba cepat dan kompetitif, sekadar memasang iklan atau mengunggah konten di media sosial terkadang tidak lagi cukup. Anda mungkin merasa strategi pemasaran yang dijalankan terasa stagnan dan tidak memberikan dampak pertumbuhan yang signifikan. Jika Anda merasakan hal ini, mungkin sudah saatnya Anda berkenalan dengan Growth Marketing.

Apa itu Growth Marketing?

Dilansir dari Hubspot, Secara sederhana, Growth Marketing adalah sebuah pendekatan pemasaran yang berfokus pada keseluruhan perjalanan pelanggan (customer journey) dengan tujuan utama untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang pesat dan berkelanjutan.

Berbeda dari pemasaran tradisional yang sering kali hanya berfokus pada tahap awal (menarik perhatian pelanggan), growth marketing menyentuh setiap titik, mulai dari bagaimana pelanggan menemukan Anda, pengalaman pertama mereka, hingga bagaimana cara membuat mereka loyal dan bahkan mempromosikan produk Anda ke orang lain.

Kunci dari growth marketing adalah eksperimen dan data. Seorang growth marketer akan terus-menerus menguji berbagai strategi, menganalisis hasilnya, dan mengoptimalkan apa yang berhasil sambil meninggalkan apa yang tidak. Tujuannya adalah menemukan cara paling efisien untuk menumbuhkan bisnis di setiap aspeknya.

Sean Ellis, tokoh yang mempopulerkan istilah growth hacking (cikal bakal growth marketing), mendefinisikannya sebagai berikut. Meskipun konteksnya hacking, esensinya sangat relevan:

“Growth hacking adalah tentang eksperimen yang cepat di seluruh saluran pemasaran dan pengembangan produk untuk menemukan cara paling efisien dalam menumbuhkan bisnis.”

Kutipan ini menekankan bahwa growth marketing bukan hanya tugas tim pemasaran, melainkan kolaborasi lintas departemen yang didasari oleh semangat untuk terus bereksperimen demi pertumbuhan.

Baca Juga : Apa itu A/B Testing? Penjelasan dan Contohnya

Perbedaan Growth Marketing dan Digital Marketing

AspekDigital MarketingGrowth Marketing
Fokus UtamaMeningkatkan brand awareness dan menarik traffic (tahap atas funnel).Keseluruhan customer journey (dari akuisisi hingga retensi & pendapatan).
MetodeMenjalankan kampanye yang sudah terencana (misal: kampanye iklan bulanan).Terus-menerus melakukan eksperimen, analisis data, dan iterasi (A/B testing, dll).
TujuanMenjangkau audiens, mendapatkan leads, dan engagement.Pertumbuhan yang terukur: peningkatan konversi, retensi pelanggan, dan revenue.
Metrik KunciImpressions, clicks, likes, followers.Conversion Rate, Customer Lifetime Value (CLV), Churn Rate, Acquisition Cost.

Sederhananya, jika digital marketing bertanya, “Bagaimana cara kita mendatangkan 1.000 pengunjung ke website?”, maka growth marketing akan bertanya, “Bagaimana cara kita mengubah 1.000 pengunjung itu menjadi pelanggan setia yang mengajak teman-temannya?”

Bagaimana Cara Kerja Growth Marketing? Framework AARRR

Untuk memahami cara kerjanya, banyak growth marketer menggunakan kerangka kerja yang disebut AARRR atau Pirate Metrics. Ini adalah singkatan dari lima tahap perjalanan pelanggan:

  1. Acquisition (Akuisisi): Bagaimana pelanggan menemukan Anda? Ini bisa melalui SEO (pencarian Google), media sosial, iklan berbayar, atau content marketing seperti artikel blog yang sedang Anda baca ini.
  2. Activation (Aktivasi): Bagaimana pengalaman pertama mereka dengan produk atau layanan Anda? Tahap ini adalah tentang memberikan “momen aha!” kepada pengguna. Contohnya, kemudahan saat mendaftar free trial atau menemukan fitur yang mereka cari di website Anda.
  3. Retention (Retensi): Apakah pelanggan kembali lagi setelah kunjungan pertama? Strategi di tahap ini bisa berupa email marketing, notifikasi, atau program loyalitas untuk membuat mereka tetap terikat.
  4. Referral (Rekomendasi): Apakah pelanggan cukup puas hingga mau merekomendasikan Anda kepada orang lain? Contoh klasiknya adalah program “Ajak Teman” yang memberikan insentif bagi kedua belah pihak.
  5. Revenue (Pendapatan): Bagaimana Anda menghasilkan uang dari perilaku pelanggan ini? Tahap ini berfokus pada optimasi harga, penawaran paket, dan cara meningkatkan nilai transaksi dari setiap pelanggan.

Dengan memecah perjalanan pelanggan menjadi lima tahap ini, seorang growth marketer dapat mengidentifikasi di mana letak masalah atau peluang terbesar, lalu melakukan eksperimen untuk memperbaikinya.

Contoh Strategi Growth Marketing Sederhana

  • A/B Testing: Menguji dua versi halaman landing page yang berbeda untuk melihat mana yang menghasilkan lebih banyak pendaftaran.
  • Program Referral: Dropbox menjadi besar karena program referral mereka. Memberi ruang penyimpanan ekstra bagi pengguna yang berhasil mengajak teman untuk mendaftar.
  • Model Freemium: Spotify dan Canva menawarkan versi gratis dengan fitur terbatas untuk menarik banyak pengguna (akuisisi & aktivasi), lalu menawarkan versi premium untuk mendapatkan pendapatan (revenue).
  • Konten Interaktif: Membuat kuis, kalkulator, atau template gratis yang relevan dengan audiens untuk mengumpulkan leads berkualitas.

Kesimpulan

Growth marketing bukan sekadar buzzword, melainkan sebuah pola pikir dan metodologi yang terbukti efektif untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis. Dengan berfokus pada data, eksperimen, dan seluruh perjalanan pelanggan, Anda dapat membuat strategi pemasaran yang lebih cerdas, efisien, dan berdampak.

Ini bukan berarti peran digital marketing, social media management, atau website yang baik menjadi tidak penting. Justru sebaliknya, semua itu adalah fondasi yang akan dioptimalkan secara terus-menerus dalam kerangka growth marketing. (MZA)

Muhammad Zuhri Abimanyu
abiabi904@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *