
Dipdop.net-Dalam dunia digital marketing, istilah content plan mungkin sudah tidak asing lagi. Terutama bagi para pelaku bisnis online, pemilik website, dan social media specialist.
Artikel ini akan membahas semuanya secara tuntas dan mudah dimengerti.
Apa Itu Content Plan?
dikutip dari zoho, Content Plan adalah perencanaan terperinci yang dibuat untuk mencapai tujuan pembuatan konten. Perencanaan ini memetakan semua hal penting seperti topik yang akan dibahas, judul menarik, dan keyword yang relevan. dan juga bisa mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab untuk setiap bagian dan platform terbaik untuk menjangkau audiens Anda.
Manfaat Content Plan
1. Konten Menjadi Lebih Terarah
Content plan membantu kamu membuat konten menjadi lebih terarah dengan berdasarkan tujuan yang jelas, baik untuk meningkatkan awareness, engagement, maupun penjualan.
2. Menghemat Waktu
Dengan perencanaan konten yang matang, kamu tidak perlu bingung setiap hari menentukan ide konten. Semua sudah direncanakan sebelumnya. dengan pembuatan Content plan dengan jadwal yang sudah ditentukan akan membuat kinerja lebih efisien, karena kamu hanya perlu mengeksekusi jadwal yang sudah dibuat dan menggunakan waktu sisa untuk memikirkan ide berikutnya.
Dalam Perencanaan konten, alangkah baiknya membuat dalam periode bulanan atau 2 mingguan demi mengikuti trend terkini.
3. Memperjelas Distribusi Konten di Sosial Media
Dengan rencana yang sudah dibuat, pendistribusian konten menjadi lebih jelas dan teratur, karena setiap konten yang dituangkan di content plan sudah disesuaikan dengan platform dimana kamu akan menyebarluaskannya.
4. Evaluasi Kinerja Konten Lebih Mudah
Dengan mencatat konten yang telah dipublikasikan, kamu bisa melakukan evaluasi dan melihat konten dan melihat insight dari konten konten yang sudah dipublikasikan.
Lakukan evaluasi, pertimbangkan jenis konten yang memberi banyak engagement, dan juga selalu lakukan percobaan jenis konten baru untuk mempenetrasi engagement.
Langkah-Langkah Membuat Content Plan yang Efektif
1. Tentukan Tujuan Konten
Hal pertama dalam membuat content plan adalah bagaimana kamu menentukan tujuan dari konten yang akan kamu publikasikan
Apakah kamu ingin meningkatkan traffic, meningkatkan penjualan, atau membangun brand awareness? Menentukan tujuan akan membantumu membuat konten yang relevan.
2. Kenali Target Audiens
Dari Tujuan Konten yang sudah kamu tetapkan, berikutnya adalah menyesuaikannya dengan target audiens. Karena konten yang akan kamu produksi dan publikasikan harus disesuaikan dengan target audiens dan juga sosial media mana yang akan kamu gunakan untuk mempublikasikan konten kamu.
Kamu dapat mulai menentukannya dengan menentukan siapa yang akan membaca atau melihat kontenmu? Apa kebutuhan dan kebiasaan mereka?.
3. Lakukan Riset Keyword
Gunakan tools seperti Google Keyword Planner, Ubersuggest, atau Ahrefs dan juga TikTok untuk menemukan keyword yang relevan dan memiliki volume pencarian tinggi. Sisipkan keyword utama dan LSI keyword ke dalam content plan.
Baca Juga : Belajar Strategi Content Marketing Sederhana Ala Pride Chicken
4. Pilih Jenis Konten
Terdapat banyak jenis konten, baik itu artikel blog, infografis, video pendek ataupun carousel, bahkan email. Untuk menentukan jenis konten yang akan kamu produksi
Bagaimana Cara Menentukan Jenis dan Format Konten?
A. Kenali Karakteristik Audiens
Sebelum menentukan jenis konten, pahami dulu seperti apa kebiasaan konsumsi media audiensmu:
- Apakah mereka lebih suka membaca, menonton, atau mendengarkan?
- Apakah mereka aktif di media sosial seperti Instagram dan TikTok, atau lebih sering mencari informasi lewat Google?
- Apakah mereka menyukai informasi singkat atau konten panjang dan mendalam?
Contohnya, jika audiensmu adalah Gen Z yang aktif di Instagram, maka konten visual seperti reels, carousel, dan story bisa lebih efektif. Sebaliknya, jika kamu menargetkan profesional atau pebisnis, maka artikel blog dan newsletter mungkin lebih relevan.
B. Sesuaikan dengan Tujuan Konten
Setiap tujuan membutuhkan pendekatan konten yang berbeda. Misalnya:
- Brand awareness: gunakan konten ringan dan mudah dibagikan, seperti video pendek, meme, atau infografik.
- Edukasi: gunakan artikel blog, e-book, webinar, atau video tutorial.
- Konversi/penjualan: gunakan testimoni pelanggan, landing page, email marketing, dan konten produk.
C. Pertimbangkan Sumber Daya yang Dimiliki
Jenis konten yang kamu pilih juga harus realistis untuk dikerjakan timmu. Tanyakan:
- Apakah kamu memiliki penulis untuk membuat artikel blog?
- Apakah ada desainer grafis untuk membuat visual?
- Apakah kamu punya kamera atau peralatan editing untuk membuat video?
5. Buat Kalender Konten
Tentukan kapan dan di mana konten akan dipublikasikan. Misalnya, setiap Senin artikel blog, setiap Rabu infografis Instagram, dan setiap Jumat email newsletter.
6. Gunakan Template Content Plan
Untuk diawal kamu mungkin akan merasa bingung dalam merencanakan pembuatan content plan dan menetukan rencana yang sesuai. Maka dari itu, kamu bisa menggunakan spreadsheet sederhana atau tools seperti Trello, Notion, atau ContentCal.
7. Pantau dan Evaluasi
Setelah konten dipublikasikan, pantau performanya menggunakan Google Analytics, Meta Business Suite, atau tools lainnya. Evaluasi ini akan membantu kamu menyusun dengan lebih baik.
Contoh Template Content Plan Sederhana
| Tanggal Posting | Judul Konten | Jenis Konten | Channel Posting | Keyword Utama | CTA |
|---|---|---|---|---|---|
| 6 Mei 2025 | Apa Itu Content Plan | Video | Tiktok & Instagram | content plan | Baca selengkapnya |
| 7 Mei 2025 | Tips Buat Konten Menarik | Carousel | konten menarik | Swipe sekarang |
Kesimpulan
Content plan bukan hanya sekadar jadwal posting konten. Lebih dari itu, content plan adalah fondasi dari strategi konten yang sukses. Mulai dengan perencanaan yang tepat, kamu bisa membuat konten yang lebih relevan, konsisten, dan sejalan dengan bisnis kamu.
