
Dipdop.net – Di era digital seperti sekarang, sebuah merek bukan hanya tentang logo atau slogan. Untuk bisa berkomunikasi dengan audiens secara efektif, brand perlu memiliki “kepribadian” yang jelas. Inilah yang disebut dengan brand persona. Brand persona dapat membantu membentuk cara bisnis Anda berinteraksi dengan pelanggan, menciptakan konsistensi pesan, dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan audiens.
Apa Itu Brand Persona?
Dikutip dari semrush, Brand persona adalah representasi karakter atau kepribadian dari sebuah merek yang ditampilkan dalam komunikasi dan interaksinya dengan audiens. Bisa dibilang, brand persona adalah “suara” dan “gaya” dari sebuah merek.
Menurut Mailchimp, brand persona mencerminkan “karakter” dari merek Anda yang akan membantu Anda menyampaikan pesan dengan cara yang terasa lebih personal dan konsisten.
Brand persona biasanya mencakup:
- Nilai-nilai inti (core values)
- Gaya bahasa (tone of voice)
- Sikap terhadap audiens
- Kepribadian yang ingin ditampilkan (ramah, profesional, humoris, dsb.)
Mengapa Penting?
Brand persona penting karena membantu:
- Membangun hubungan emosional dengan pelanggan
- Membuat pesan lebih konsisten di berbagai platform
- Membedakan diri dari kompetitor
- Memudahkan tim pemasaran saat membuat konten atau kampanye iklan
Studi dari Lucidpress menunjukkan bahwa brand yang konsisten dapat meningkatkan pendapatan sebesar 33%.
Baca Juga : https://dipdop.net/apa-itu-analisis-swot-contoh-dan-penerapannya/
Contoh Brand Persona
Berikut adalah contoh brand persona dari merek fiktif bernama FreshCup, sebuah bisnis kopi kekinian:
- Nama Persona: Riko the Coffee Buddy
- Kepribadian: Ceria, santai, dan informatif
- Gaya Bahasa: Gaul tapi sopan, penuh semangat
- Nilai Inti: Kualitas, kebersamaan, dan semangat hidup
- Sikap terhadap audiens: Selalu siap menemani hari-hari sibuk dengan secangkir kopi
Cara Membuat Brand Persona
Membuat brand persona memerlukan pemahaman mendalam tentang merek dan target audiens Anda. Berikut langkah-langkahnya:
1. Kenali Audiens Anda
Siapa pelanggan ideal Anda? Apakah mereka anak muda, profesional, orang tua, atau komunitas tertentu? Gunakan data dari Google Analytics, media sosial, atau survei pelanggan untuk mengenal mereka lebih dekat.
2. Tentukan Nilai dan Visi Merek
Nilai dan visi akan memengaruhi “suara” merek Anda. Apakah Anda ingin dikenal sebagai merek yang inovatif, ramah lingkungan, atau menyenangkan?
3. Pilih Gaya Bahasa
Apakah Anda ingin terdengar formal, kasual, humoris, atau inspiratif? Sesuaikan dengan karakter target audiens.
4. Buat Profil Persona
Berikan nama, deskripsi singkat, dan atribut kepribadian untuk brand persona Anda. Sertakan juga contoh gaya komunikasi agar tim Anda dapat menggunakannya secara konsisten.
5. Uji dan Evaluasi
Gunakan brand persona ini dalam komunikasi harian Anda, lalu evaluasi apakah audiens merespons dengan baik. Bila perlu, lakukan penyesuaian.
Tips agar Konsisten
- Buat panduan gaya merek (brand style guide)
- Libatkan semua tim (konten, customer service, marketing) agar menggunakan persona yang sama
- Gunakan tools seperti Grammarly atau Notion untuk menjaga tone dan voice tetap konsisten
- Evaluasi secara berkala berdasarkan feedback audiens
Kesimpulan
Brand persona adalah fondasi penting dalam strategi branding. Dengan membangun persona yang tepat, merek Anda akan terasa lebih hidup, mudah dikenali, dan lebih dekat dengan pelanggan. Ingat, brand persona bukan hanya soal gaya bicara, tapi juga tentang bagaimana Anda ingin dilihat dan dirasakan oleh audiens Anda.
