Andai Aku Mengenal Ini Lebih Awal

DIPDOP > Marketing > Bisnis > Andai Aku Mengenal Ini Lebih Awal
, kenalin namaku Steven Chen, bisa dipanggil Steven. Saat ini bekerja di salah satu bank swasta di Indonesia. Lewat tulisan ini, aku ingin berbagi pengalaman dan refleksi pribadi, dengan harapan bisa menjadi pelajaran buat teman-teman yang mungkin sedang berada di fase yang sama seperti aku dulu.

Hello Sahabat DIPDOP, kenalin namaku Steven Chen, bisa dipanggil Steven. Saat ini bekerja di salah satu bank swasta di Indonesia. Lewat tulisan ini, aku ingin berbagi pengalaman dan refleksi pribadi, dengan harapan bisa menjadi pelajaran buat teman-teman yang mungkin sedang berada di fase yang sama seperti aku dulu. 

Pendahuluan

Ada satu kalimat yang selalu terngiang di kepalaku: “Informasi bisa mengubah kemungkinan 1% menjadi 99%.” Kalimat itu pertama kali aku dengar dari seorang mentor, dan ternyata memang benar adanya. Rajin dan haus belajar saja tidak cukup kalau kita tidak punya arah yang jelas. Aku sempat merasakan sendiri bagaimana rasanya rajin, semangat, tapi seperti berjalan tanpa tujuan.

Dari pengalaman itu, aku menemukan ada tiga hal penting yang wajib dimiliki oleh siapa pun yang ingin berkembang: mindset yang benar, mentor atau role model, dan lingkungan atau komunitas yang mendukung. Tiga hal ini sederhana, tapi ternyata berdampak besar dalam perjalanan hidupku.

1.   Mindset yang Benar

Mindset adalah pondasi. Dari mindset lahir ucapan, dari ucapan lahir tindakan, dan dari tindakan lahir kebiasaan. Kalau pondasi ini salah, maka perjalanan kita pun akan melenceng.

Dulu, aku termasuk orang yang rajin. Sering mencoba hal baru, tapi karena mindset-ku belum tepat, hasilnya tidak sepadan. Aku sering membandingkan diriku dengan orang lain, mudah menyerah ketika hasil tidak sesuai ekspektasi, dan akhirnya kehilangan arah. Baru setelah memahami bahwa mindset yang benar adalah kunci, aku mulai bisa mengatur langkah lebih baik.

2.   Mentor atau Role Model 

Mentorku juga menambahkan, “Orang bodoh belajar dari kesalahannya sendiri, orang bijak belajar dari kesalahan orang lain.” Awalnya aku tipe orang yang merasa bisa belajar sendiri. Tapi kenyataannya, tanpa bimbingan dari orang yang sudah berpengalaman, aku banyak mengulang kesalahan yang sama.

Punya mentor atau role model yang sudah sukses di bidang yang kita minati membuat perjalanan lebih singkat. Kalau mereka butuh 20 tahun untuk sukses, kita mungkin bisa mencapainya lebih cepat karena belajar dari pengalaman mereka. Untungnya, di era digital sekarang, kita tidak harus bertemu langsung dengan mentor. Kita bisa belajar dari karya, buku, konten, atau komunitas yang mereka bangun.

3.   Circle dan Komunitas yang Tepat

Ada istilah “Kalau kamu berkumpul bersama 5 orang miskin, maka kamu akan menjadi orang miskin yang ke 6”, begitu juga sebaliknya “Kalau kamu berkumpul bersama 5 orang kaya, maka kamu akan jadi orang kaya yang ke 6”. Gajah akan main bersama gajah, begitu juga semut akan bermain bersama semut. Sebagai contoh, kalau kita ingin jadi copywriter handal ya kita harus cari mentor yang jago di copywriter dan bergabung ke komunitas yang menyediakan wadah untuk bisa grow bareng karena di dalamnya pasti akan banyak juga copywriter handal, disitu kita bisa banyak belajar dari mereka.

Aku pernah merasakan bagaimana rasanya mencoba bertumbuh sendirian. Berat, membingungkan, dan seringkali membuat putus asa. Tapi ketika akhirnya aku menemukan komunitas yang sefrekuensi, aku merasa punya tempat untuk belajar bareng, saling dukung, dan bertumbuh bersama.

Perjalananku

Steven yang dulu itu Steven yang rajin tapi tanpa arah, tidak punya mentor, apa lagi komunitas. Alkisah, Steven tahun 2021 mulai memberanikan diri terjun ke dunia konten creator bermodalkan nekat dan berani saja. Singkat cerita tidak memperoleh hasil yang diharapkan, hingga di tahun 2023 berhenti karena melihat hasil yang tidak memuaskan, dan balik ke cara jualan biasa dan lanjut jadi karyawan biasa yang kerjanya eight to five. Setelah itu mau banting setir jadi copywriter, namun karena tidak ketemu mentor dan komunitas waktu itu akhirnya tekat itu padam dengan sendirinya.

Awal tahun 2025 aku melihat iklan untuk belajar media sosial agar bisa kerja remote yang after sales service-nya ialah adanya komunitas dari si mentor untuk membantu para siswa/mentee-nya bisa bekerja remote seperti beliau. Singkatnya aku melihat dan tertarik mengikuti e-course-nya yang berlangsung selama 3 bulan. Tak terasa 3 bulan berlalu akhirnya aku di-invite ke grup lowongan pekerjaan remote. Mungkin ini yang namanya jodoh, ada lowongan untuk posisi Copywriter Intern dari perusahaan DIPDOP. Dalam hati berkata: “Nah ini waktunya untuk mewujudkan keinginanku.” Proses lamaran dan rekrutmen aku lalui hingga akhirnya bisa menuangkan isi pikiranku menjadi tulisan ini. Satu pertanyaan yang menurutku ini adalah pertanyaan menjebak, yaitu “Kamu yakin mau di posisi Intern, kamu sudah berpengalaman lho”, dengan percaya diri aku jawab “Ga bu, saya mau belajar, ini salah satu mimpi saya jadi copywriter yang pro, kenapa saya harus malu”. Jawaban itu membawaku ke pengalaman baru. Bukan hanya diterima sebagai intern, tapi juga diberi kesempatan ikut proyek nyata bersama tim DIPDOP. Dari sini aku belajar bahwa niat tulus untuk belajar bisa membuka pintu yang lebih besar dari yang kita bayangkan.

Terimakasih Tuhan atas rezeki yang engkau berikan, sungguh ini akan jadi sesuatu yang tidak akan terlupakan, tapi kalau boleh request, kenapa baru sekarang, kenapa tidak dari tahun 2023 kemarin atau sebelumnya lagi. Namun daripada mempermasalahkan itu, lebih baik aku memberikan yang terbaik untuk kesempatan yang baik ini, agar bisa banyak belajar dan kerjasama dengan DIPDOP bisa berlangsung lebih lama dan bisa memberikan kontribusi yang terbaik untuk DIPDOP. 

Hingga artikel ini ditulis, aku melihat ekosistem DIPDOP sangat baik dan sangat mendukungku untuk terus berkembang dan menyediakan wadah untuk bisa eksplorasi bakat, contohnya dalam waktu dekat akan dijadwalkan untuk LIVE bareng di Instagram DIPDOP untuk membahas Mental Health. Asalkan mau belajar, kesempatan sangat terbuka di DIPDOP. Di sini aku melihat bagaimana DIPDOP sebagai One Stop Solution Business memiliki sebuah tim yang terus berinovasi, mendukung UMKM, dan selalu adaptif mengikuti perkembangan zaman. 

Pesan untuk Kamu

Terima kasih sudah membaca sampai sejauh ini. Kepada kamu yang saat ini berada di Steven yang dulu, tetap semangat. Jangan pernah lelah, karena hasil akhir tidak akan menghianati usaha. Buat yang sedang berjuang, tetap semangat! Jika mindset-nya sudah benar, maka arah dan tindakan besar kemungkinan akan benar juga. Semoga kisahku ini bisa menjadi pengingat buat kita semua bahwa tidak ada usaha yang sia-sia. Dengan langkah kecil yang tepat, kita bisa sampai pada hal-hal besar yang sebelumnya terasa jauh.

Baca juga: Tips Agar Brand Melekat di Hati Konsumen

Kesimpulan

Dari perjalanan ini, aku belajar bahwa rajin saja tidak cukup. Perlu arah yang benar, bimbingan dari orang yang berpengalaman, dan komunitas yang mendukung. Percuma rajin kalau tanpa arah dan mindsetnya tidak benar, maka semua akan sia-sia. Awali dengan rajin, terbuka terhadap informasi (jadilah gelas kosong terhadap suatu hal yang baru), dan dibarengi mindset yang benar, maka percayalah alam semesta akan mendukung sehingga kamu akan menemukan mentor dan komunitas yang sefrekuensi.

Steven Chen
chensteve96@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *