
Perkembangan teknologi AI, khususnya integrasi Google terhadap AI Overviews dan AI Mode, mengubah cara pengguna mencari informasi. Daripada mengklik hasil pencarian (blue links), mereka kini mendapatkan jawaban langsung dari ringkasan AI. Ini berdampak besar pada website yang bergantung pada traffic pencarian—yang dulu menjadi pintu utama pengunjung—sekarang mengalami penurunan yang signifikan.
Menurut TechCrunch, AI Overviews Google dan fitur chatbot-nya “mematikan traffic untuk publisher” karena pengguna tidak lagi membuka link website yang disebutkan techcrunch.com. Bahkan Wall Street Journal melaporkan bahwa share organic The New York Times dari penelusuran Google turun dari 44 % menjadi 36,5 % pada April 2025 .
Dampak Nyata ke Media & Creator Konten
Beberapa publisher besar sudah merasakan dampaknya:
- Business Insider: turunnya traffic organik hingga 55 % dari April 2022 ke April 2025 → diiringi PHK massal
- HuffPost dan Washington Post: traffic turun lebih dari 50 % dan hampir 50 %.
Masalahnya bukan hanya untuk media besar. Travel blog, situs kesehatan, review produk, dan informasi niche juga terpukul. Fitur AI Overviews yang muncul di Google SGE bahkan disebut bisa menggerus hingga 70 % klik dari situs yang sebelumnya mengandalkan SEO tradisional.
Apa Itu AI Overviews & AI Mode Google?
AI Overviews:
Ringkasan otomatis yang muncul di bagian atas hasil pencarian Google (SGE), dirilis per Mei 2023, dan sudah tersedia global sejak Oktober 2024 . Pengguna langsung mendapatkan jawaban instan, lengkap dengan link sumber.
AI Mode:
Fitur eksperimental sejak Maret 2025 untuk pengguna Google One Premium di AS. Menawarkan jawaban obrolan lengkap dari model Gemini, dan ada uji coba iklan langsung dalam antarmuka ini .
Kenapa Publisher Merugi?
Turunnya Click-Through-Rate (CTR)
Ringkasan AI membuat pengguna puas tanpa klik. Traffic turun drastis, meski impressions tetap aktif.
Pendapatan Iklan Menurun
Saat pengunjung tak sampai ke halaman iklan, pendapatan iklan menurun. Ini menggerus model bisnis banyak situs bergantung iklan.
Model Bisnis Web Tradisional Terancam
Laporan di TechCrunch dan The Wall Street Journal menunjukkan publisher terpaksa mencari model alternatif seperti pembayaran konten, lisensi AI, atau kemitraan khusus.
Tren Industri & Masa Depan SEO
- SEO tradisional kini berubah menjadi GEO—memfokuskan ke optimasi agar mesin AI “menyebutkan” brand kita.
- Peralihan ini bukan hanya mencakup Google, tapi juga platform seperti ChatGPT, Perplexity, Microsoft Copilot, Apple Safari, dan bot generatif lainnya.
- Walaupun Google masih dominan (~90 % global), pangsa pasarnya bisa turun kalau perilaku pengguna terus berubah.
Kesimpulan
Integrasi AI seperti Google AI Overviews dan AI Mode telah menyebabkan penurunan besar pada traffic website karena pengguna mendapatkan jawaban langsung tanpa perlu mengklik link. Dampaknya, banyak pemilik website dan media online mengalami kerugian, baik dari sisi trafik maupun pendapatan iklan. Untuk menghadapinya, pemilik website perlu beradaptasi dengan strategi baru seperti mengoptimasi konten untuk AI, memperluas distribusi konten ke berbagai platform, serta membangun brand yang kuat dan dipercaya. (MZA)
