9 Tips Mengatur Keuangan Bisnis saat Ramadan agar Tetap Untung

DIPDOP > Marketing > Bisnis > 9 Tips Mengatur Keuangan Bisnis saat Ramadan agar Tetap Untung
9 Tips Mengatur Keuangan Bisnis saat Ramadan agar Tetap Untung

Dipdop.net – Bulan suci Ramadan selalu membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha. Namun, lonjakan permintaan pasar sering kali menjadi pisau bermata dua jika tidak dikelola dengan hati-hati. Pertanyaannya, bagaimana cara memastikan omzet yang melimpah tidak habis begitu saja untuk biaya operasional yang membengkak?

Memiliki strategi penjualan saja tidak cukup tanpa manajemen finansial yang tepat. Mengatur keuangan bisnis saat Ramadan menuntut kedisiplinan tinggi, terutama dalam menyeimbangkan antara arus kas masuk dengan kewajiban operasional seperti THR, stok barang hingga biaya lembur.

Oleh karena itu, memahami cara mengatur keuangan bisnis saat Ramadan menjadi langkah penting agar peningkatan omzet tidak justru diikuti pembengkakan pengeluaran. Berikut adalah 9 tips yang perlu kamu terapkan.

Strategi Mengatur Keuangan Bisnis saat Ramadan

1. Buat Rincian Anggaran Khusus Ramadan

Ramadan memiliki pola perputaran uang yang unik dan berbeda dari bulan biasanya. Strategi mengatur keuangan bisnis saat Ramadan yang paling mendasar adalah menyusun anggaran terpisah untuk memprediksi kenaikan pendapatan sekaligus lonjakan biaya operasional. 

Sebagai gambaran, jika biaya operasional normal berada di angka Rp10 juta per bulan, kamu bisa membuat simulasi kenaikan 20% – 30% selama Ramadan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan.

2. Prioritaskan Alokasi Dana THR Karyawan

Tunjangan Hari Raya (THR) adalah kewajiban yang tidak bisa ditunda. Agar arus kas tidak kaget di akhir bulan, mulailah menyisihkan sebagian keuntungan dari minggu pertama Ramadan khusus untuk THR karyawan. 

Sebagai gambaran, jika bisnis memiliki karyawan dengan rata-rata gaji Rp3 juta perbulan, maka kebutuhan dana THR bisa mencapai belasan juta rupiah. Menyisihkannya secara bertahap sejak awal Ramadan akan membuat arus kas tetap aman.

3. Manfaatkan Promo dan Diskon dari Supplier

Menjelang bulan puasa, banyak supplier atau distributor yang menawarkan harga khusus atau paket bundling bahan baku. Gunakan kesempatan ini untuk belanja lebih awal dengan harga lebih murah. Hal ini sangat efektif untuk menekan Harga Pokok Penjualan (HPP) sehingga margin keuntunganmu bisa lebih banyak di tengah kenaikan harga pasar.

4. Pisahkan Rekening Bisnis dan Pribadi

Salah satu kesalahan fatal dalam keuangan UMKM saat Ramadan adalah menggunakan uang kas bisnis untuk keperluan konsumsi pribadi atau biaya mudik. Tetaplah konsisten memisahkan rekening usaha agar kamu bisa melihat performa bisnis secara objektif dan menghindari modal bisnis yang terpakai secara tidak sengaja. 

5. Pantau Arus Kas Secara Real-Time

Di bulan yang penuh aktivitas ini, perputaran uang terjadi sangat cepat. Jangan menunggu akhir bulan untuk mencatat transaksi. Lakukan evaluasi harian atau mingguan untuk memantau arus kas. Dengan pemantauan ketat, kamu bisa segera mengambil keputusan jika terjadi hambatan pada keuangan bisnis.

6. Atur Stok Barang dengan Teliti

Permintaan yang tinggi sering kali memicu keinginan untuk menimbun barang. Namun, penumpukan stok yang berlebihan justru bisa mengganggu modal bisnis. Gunakan data penjualan tahun lalu untuk menentukan strategi stok barang yang pas, sehingga tidak ada barang mati yang tersisa saat tren pasar mulai menurun pasca-Lebaran.

7. Kendalikan Biaya Operasional Ekstra

Waspadai pengeluaran tambahan seperti biaya lembur karyawan, kenaikan tagihan listrik karena jam operasional bertambah, hingga biaya pengemasan edisi khusus. Pastikan setiap kenaikan biaya operasional sebanding dengan peningkatan omzet yang didapat.

8. Tawarkan Promo dan Paket Bundling

Meningkatkan penjualan tidak selalu harus dengan diskon besar-besaran. Gunakan sistem bundling seperti “Paket Buka Puasa Hemat” atau “Hampers Ramadan”. Strategi ini efektif untuk meningkatkan nilai transaksi rata-rata pelanggan sekaligus mempercepat perputaran stok di gudang.

Baca juga: Apa itu Bundle Pricing? Ketahui Strateginya untuk Meningkatkan Penjualan Bisnis

9. Siapkan Dana Darurat Bisnis

Kondisi logistik dan harga bahan baku menjelang Lebaran sering kali tidak stabil. Pastikan bisnis kamu memiliki cadangan dana darurat untuk mengantisipasi kenaikan harga mendadak. Idealnya, dana darurat bisnis disiapkan minimal setara satu hingga dua bulan biaya operasional agar usaha tetap berjalan meski terjadi kendala distribusi.

Kesimpulan

Itulah 9 tips mengatur keuangan bisnis saat Ramadan yang dapat membantu usaha kamu tetap berjalan secara sehat. Dengan perencanaan anggaran yang matang, alokasi THR yang terukur, serta pengelolaan stok dan operasional yang disiplin, peningkatan omzet selama Ramadan dapat dikelola dengan lebih bijak.

Kedisiplinan dalam mencatat dan mengalokasikan data menjadi kunci supaya bisnis tidak hanya ramai saat Ramadan, tetapi juga tetap stabil dan siap menghadapi persaingan setelah Lebaran.

Kunjungi Dipdop.net untuk referensi lain seputar bisnis, strategi konten, dan digital marketing yang relevan buat kamu. (RP)

Rizma Purwitasari
rizmapurwitasari126@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *