
Dipdop.net – Perkembangan tren kuliner terus berubah setiap tahun, dan tahun 2026 menjadi momen penting bagi pelaku UMKM kuliner untuk semakin adaptif. Konsumen kini tidak hanya mencari makanan yang enak, tetapi juga unik, praktis, dan relevan dengan gaya hidup modern. Bagi UMKM, mengikuti tren kuliner kekinian bukan sekadar ikut-ikutan, melainkan strategi untuk bertahan dan meningkatkan omzet.
Berikut ini tujuh tren kuliner kekinian 2026 yang berpotensi besar membuat UMKM makin laris.
1. Makanan Viral Berbasis Media Sosial
Media sosial masih menjadi penggerak utama tren kuliner. Menu yang tampil unik, estetik, atau punya cerita menarik lebih mudah viral di TikTok dan Instagram. UMKM kuliner dapat memanfaatkan tren ini dengan menciptakan menu yang visualnya menarik dan mudah dibagikan. Konten singkat seperti video proses pembuatan makanan terbukti efektif menarik perhatian calon pembeli.
2. Kuliner Sehat dan Rendah Gula
Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat. Tren makanan sehat seperti minuman rendah gula, camilan baked, hingga menu berbahan alami semakin diminati. UMKM kuliner bisa menjawab kebutuhan ini dengan menyediakan opsi menu sehat tanpa mengorbankan rasa. Label seperti “less sugar” atau “healthy choice” juga menjadi nilai tambah di mata konsumen.
3. Perpaduan Menu Lokal dan Modern
Inovasi kuliner dengan menggabungkan cita rasa tradisional dan konsep modern masih menjadi favorit. Contohnya adalah dessert berbahan lokal atau minuman kekinian dengan rasa khas Nusantara. Tren ini memberi peluang besar bagi UMKM untuk mengangkat identitas lokal sekaligus mengikuti selera pasar kekinian.
4. Makanan Praktis dan Siap Saji
Gaya hidup serba cepat membuat konsumen menyukai makanan yang praktis dan mudah dikonsumsi. Produk seperti frozen food, rice bowl, atau snack kemasan menjadi pilihan utama. UMKM kuliner dapat mengembangkan produk yang tahan simpan namun tetap berkualitas, sehingga jangkauan pasarnya lebih luas.
5. Kemasan Unik dan Ramah Lingkungan
Kemasan tidak lagi hanya berfungsi sebagai pembungkus, tetapi juga bagian dari branding. Tren kuliner kekinian menunjukkan bahwa konsumen lebih tertarik pada produk dengan kemasan estetik dan ramah lingkungan. UMKM yang menggunakan kemasan eco-friendly memiliki citra positif dan lebih dipercaya oleh konsumen.
6. Optimalisasi Layanan Pesan-Antar
Platform pesan-antar seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood masih menjadi andalan UMKM kuliner. Tren 2026 menunjukkan persaingan yang semakin ketat, sehingga UMKM perlu mengoptimalkan foto produk, deskripsi menu, dan promo. Kecepatan pelayanan dan konsistensi rasa juga menjadi faktor penting agar pelanggan melakukan repeat order.
7. Personal Branding Pemilik UMKM
Konsumen kini menyukai brand yang terasa dekat dan personal. Pemilik UMKM kuliner yang aktif berbagi cerita usaha, proses produksi, atau keseharian bisnis di media sosial cenderung lebih mudah membangun loyalitas pelanggan. Personal branding yang kuat mampu meningkatkan kepercayaan dan memperkuat citra usaha.
Baca juga : 20 Tren Bisnis Kuliner di Tahun 2026 yang Menguntungkan, Wajib Coba!
Kesimpulan
Mengikuti tren kuliner kekinian 2026 adalah langkah strategis bagi UMKM kuliner untuk tetap relevan di tengah persaingan. Mulai dari inovasi menu, pemanfaatan media sosial, hingga penguatan branding, semua dapat dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas usaha. Dengan strategi yang tepat dan konsisten, UMKM kuliner tidak hanya bertahan, tetapi juga berpeluang besar untuk berkembang dan meningkatkan omzet.
Bangun branding UMKM mu bersama DIPDOP sekarang juga! (HS)
