7 Strategi Live Shopping yang Terbukti Meningkatkan Interaksi dan Penjualan

DIPDOP > Marketing > Bisnis > 7 Strategi Live Shopping yang Terbukti Meningkatkan Interaksi dan Penjualan
7 Strategi Live Shopping yang Terbukti Meningkatkan Interaksi dan Penjualan

Dipdop.net Live shopping kini menjadi salah satu strategi pemasaran digital yang paling efektif untuk meningkatkan interaksi audiens dan penjualan online. Tidak hanya digunakan oleh brand besar, live shopping juga banyak dimanfaatkan oleh UMKM di berbagai industri, mulai dari fashion, makanan, F&B, kecantikan, hingga elektronik.

Keunggulan live shopping terletak pada interaksi real time, demonstrasi produk secara langsung, serta komunikasi yang terasa lebih personal. Namun, tidak semua live berhasil mendatangkan penjualan. Banyak brand rajin live, tetapi hasilnya masih minim karena strategi yang dijalankan belum terarah.

Agar live shopping benar-benar berdampak pada penjualan, berikut 7 strategi live shopping yang terbukti efektif dan bisa langsung kamu terapkan.

1. Bangun Kedekatan Melalui Personal Branding Host

Salah satu faktor penentu keberhasilan live shopping adalah host. Penonton cenderung bertahan lebih lama jika merasa dekat dan percaya pada sosok yang memandu live. Personal branding host membantu menciptakan koneksi emosional dengan audiens. Semakin natural dan autentik host berbicara, semakin besar pula kepercayaan terhadap produk.

Tips membangun personal branding saat live shopping:

  • Ceritakan latar belakang produk secara singkat dan jujur.
  • Sapa penonton dengan nama untuk menciptakan kesan personal.
  • Balas komentar dan pertanyaan secara real-time.

Intinya, jawab pertanyaan, tanggapi opini, dan libatkan penonton dalam interaksi. Interaksi aktif membuat suasana live lebih hangat dan meningkatkan peluang penonton untuk melakukan pembelian.

2. Ciptakan Rasa Mendesak Melalui Flash Voucher & Stok Terbatas

Strategi live shopping yang efektif hampir selalu memanfaatkan rasa urgensi. Ketika penonton merasa promo hanya tersedia dalam waktu singkat, mereka lebih terdorong untuk segera checkout. Beberapa cara menciptakan urgensi:

  • Flash voucher dengan durasi 3–5 menit.
  • Giveaway spontan untuk penonton aktif.
  • Update stok secara berkala selama live berlangsung.

Contohnya, seperti “Diskon 20% hanya sampai 5 menit dari sekarang!”, atau “Kemeja warna burgundy tinggal 6 pcs! Ayo buruan di-checkout Kakak sebelum kehabisan.” Strategi ini sangat efektif untuk mendorong impulse buying.

Baca juga: Rahasia Bikin Orang Langsung Beli Produk Kita: Mainkan “Mental Trigger” dengan Cerdas

3. Demonstrasikan Produk Secara Jelas dan Menarik

Keunggulan utama live shopping dibandingkan katalog biasa adalah demonstrasi produk secara langsung. Penonton lebih percaya ketika mereka melihat produk digunakan secara real time. Berikut ini tips agar demonstrasi produk terlihat menarik.

  • Tampilkan before after untuk produk kecantikan atau peralatan rumah tangga. 
  • Gunakan close up kamera agar detail produk terlihat jelas.
  • Lakukan Q&A sambil mendemokan produk untuk menjawab pertanyaan langsung dari penonton.

4. Libatkan Co-Host agar Live Dinamis

Live shopping dengan satu host terkadang terasa monoton, terutama jika durasinya panjang. Kehadiran co-host bisa membuat live terasa lebih hidup dan interaktif. Manfaat menggunakan co-host yaitu:

  • Percakapan lebih mengalir dan natural.
  • Membantu sesi tanya jawab agar lebih aktif.
  • Memberikan sudut pandang lain, seperti review atau testimoni.

Co-host juga bisa berperan sebagai calon pembeli yang bertanya layaknya konsumen, sehingga membantu memperjelas informasi produk.

5. Atur Jadwal Live secara Konsisten dan Promosikan Sebelum Tayang

Konsistensi adalah kunci kesuksesan live shopping. Jadwal yang jelas membantu penonton membentuk kebiasaan untuk hadir di live brand kamu. Berikut beberapa strategi jadwal live shopping.

  • Tentukan jadwal tetap, misalnya 1–2 kali seminggu.
  • Pilih jam prime time, sekitar pukul 18.00–21.00.
  • Promosikan live minimal satu jam sebelum tayang lewat media sosial.

Dengan jadwal yang konsisten, durasi tonton dan tingkat konversi cenderung meningkat.

6. Perhatikan Kualitas Visual dan Teknis Live

Kualitas teknis sering dianggap sepele, padahal sangat memengaruhi persepsi brand. Live yang gelap, suara tidak jelas, atau sering lag bisa membuat penonton langsung keluar. Berikut beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan sebelum live.

  • Gunakan pencahayaan yang cukup, seperti ring light.
  • Pastikan koneksi internet stabil.
  • Pilih background yang rapi dan sesuai brand.
  • Gunakan microphone eksternal agar suara lebih jernih.

Visual dan audio yang baik membuat live terlihat profesional dan meningkatkan kepercayaan penonton.

7. Gunakan CTA yang Jelas dan Natural

Tanpa Call to Action (CTA) yang jelas, penonton bisa bingung harus melakukan apa setelah menonton live. CTA membantu mengarahkan audiens menuju pembelian. Contoh CTA yang efektif dan natural:

  • Klik keranjang sekarang untuk klaim diskonnya!
  • Langsung checkout, payment sebelum voucher-nya habis.”
  • Jangan lupa follow biar nggak ketinggalan live berikutnya ya!

Beritahukan juga langkah-langkah untuk membeli, seperti memilih varian, memasukkan kode voucher, hingga proses pembayaran. Sampaikan CTA secara berkala, tapi tetap relevan agar tidak terkesan memaksa.

Baca juga: 10 Checklist Wajib Biar FYP di TikTok & Instagram Reels: Strategi Konten Efektif

Kesimpulan

Live shopping memiliki potensi besar untuk meningkatkan interaksi dan penjualan di bisnis. Dengan personal branding host yang kuat, urgensi yang tepat, demonstrasi produk yang jelas, serta CTA yang efektif, live shopping tidak hanya ramai ditonton, tapi juga bisa menjadi channel penjualan yang konsisten.

Kunjungi Dipdop.net untuk insight lain seputar strategi konten, digital marketing, dan UMKM. (RP)

Rizma Purwitasari
rizmapurwitasari126@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *