
Dipdop.net – Branding bukan hanya soal logo atau desain menarik. Untuk UMKM, branding adalah kunci membangun identitas bisnis yang kuat dan dikenal luas. Sayangnya, banyak pelaku usaha kecil yang masih melakukan kesalahan dalam membangun merek mereka.
Menurut Forbes, kesalahan branding bisa menyebabkan konsumen salah paham tentang apa yang sebenarnya ditawarkan oleh bisnis. Dalam artikel ini, kita akan membahas 5 kesalahan branding yang sering dilakukan UMKM serta cara mudah untuk menghindarinya.
Tidak Memiliki Brand Identity yang Jelas
Banyak UMKM memulai bisnis tanpa menentukan identitas merek yang jelas, seperti visi, misi, tone of voice, dan nilai utama bisnis. Hal ini membuat pesan yang disampaikan menjadi tidak konsisten.
“Brand tanpa identitas yang kuat akan sulit diingat oleh audiens.” – HubSpot
Cara Menghindarinya:
Susun brand guideline sejak awal. Tentukan warna, font, gaya bahasa, hingga karakter merek. Pastikan semuanya konsisten di semua media komunikasi.
Mengabaikan Konsistensi Visual dan Pesan
UMKM seringkali menggunakan desain atau bahasa yang berbeda-beda di media sosial, kemasan, dan website. Ini membuat audiens bingung dan meragukan profesionalisme bisnis.
Cara Menghindarinya:
Gunakan satu panduan desain visual dan tone komunikasi. Konsistensi akan membangun kepercayaan dan membuat brand lebih mudah dikenali.
Tidak Mengenal Target Audiens dengan Baik
Branding yang tidak tepat sasaran biasanya disebabkan oleh kurangnya riset terhadap siapa target pasar yang ingin dijangkau.
“Memahami audiens adalah langkah dasar dari branding yang efektif.” – Entrepreneur
Cara Menghindarinya:
Lakukan riset sederhana tentang demografi, kebutuhan, dan kebiasaan target pasar. Gunakan informasi ini untuk membentuk pesan dan identitas merek yang relevan.
Terlalu Fokus pada Produk, Mengabaikan Cerita Brand
UMKM seringkali hanya menonjolkan fitur produk, bukan cerita dan nilai di balik merek. Padahal, konsumen lebih mudah terhubung secara emosional dengan cerita, bukan hanya spesifikasi.
Cara Menghindarinya:
Bangun narasi merek yang kuat. Ceritakan kenapa bisnis ini dimulai, nilai apa yang dibawa, dan bagaimana produk atau jasa membantu konsumen.
Contoh: Alih-alih hanya menulis “Jual Kopi Arabika Premium”, lebih baik tulis: “Kopi pilihan dari petani lokal Jember yang diproses dengan penuh cinta untuk menghadirkan rasa yang autentik.”
Tidak Memanfaatkan Media Digital Secara Maksimal
Banyak UMKM yang belum memanfaatkan website, media sosial, dan Google Bisnisku secara optimal untuk membangun brand awareness.
Cara Menghindarinya:
Buat website sederhana yang mencerminkan identitas merek. Optimalkan media sosial dengan konten yang sesuai dengan karakter brand. Pastikan informasi kontak, jam buka, dan lokasi bisnis mudah ditemukan.
Kesimpulan
Branding bukan hal yang hanya dilakukan oleh perusahaan besar. UMKM juga harus serius dalam membangun identitas merek agar dapat bersaing dan berkembang. Dengan menghindari lima kesalahan di atas, tidak punya identitas brand, inkonsistensi, kurang mengenal audiens, minim storytelling, dan tidak aktif di digital, UMKM bisa meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat posisi di pasar.(MZA)
