
Dipdop.net – Bagi para pelaku usaha yang baru memulai bisnis, tahun pertama sering kali terasa seperti masa ujian yang paling berat. Membangun sebuah usaha dari nol memang penuh dengan semangat. Namun, fakta menunjukkan bahwa masa awal adalah waktu yang paling kritis.
Banyak bisnis yang harus gulung tikar justru sebelum menginjak usia satu tahun. Dilansir dari kontrakhukum, menurut sebuah survei internasional, lebih dari 80% UMKM di Asia tutup di tahun ketiga mereka berdiri. Faktor penyebab kegagalan pun beragam, mulai dari persaingan pasar yang ketat, salah pengelolaan uang, hingga strategi pemasaran yang tidak tepat sasaran.
Oleh karena itu, kamu perlu memahami strategi yang tepat agar tidak masuk dalam statistik tersebut. Berikut adalah pembahasan lengkap mengenai cara supaya bisnis kecil bertahan di tahun pertama yang penuh tantangan.
1. Mengatur Keuangan Bisnis dengan Teliti
Masalah finansial adalah penyebab nomor satu kegagalan usaha baru. Sering kali, pengusaha pemula terjebak dalam kebiasaan mencampurkan uang pribadi dengan uang hasil jualan. Padahal, manajemen arus kas (cash flow) yang rapi adalah pondasi utama sebuah bisnis.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memisahkan rekening pribadi dan bisnis. Hal ini bertujuan agar kamu bisa memantau keuntungan bersih secara akurat. Selain itu, biasakan untuk mencatat setiap pengeluaran sekecil apa pun itu. Dengan catatan keuangan yang transparan, kamu bisa lebih mudah memastikan ketersedian dana cadangan untuk operasional di masa depan.
Baca juga: Wajib Tahu! 4 Kesalahan Manajemen Keuangan yang Bikin Modal Bisnis Cepat Habis
2. Mendengarkan Kebutuhan Pembeli, Bukan Mengikuti Ego Sendiri
Banyak pemilik bisnis yang terlalu idealis dengan produknya hingga menutup telinga terhadap masukan luar. Padahal, salah satu cara supaya bisnis kecil bertahan yang paling ampuh adalah dengan menekan ego dan mulai mendengarkan suara konsumen.
Dunia bisnis sangat dinamis dan selera pasar bisa berubah sewaktu-waktu. Jika pelanggan memberikan kritik, jadikan hal itu sebagai bahan evaluasi utama. Kritik adalah data gratis untuk memperbaiki kualitas. Bisnis yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan cenderung memiliki tingkat loyalitas konsumen yang lebih tinggi.
3. Melakukan Promosi Secara Konsisten
Percuma produk bagus jika tidak ada orang yang mengetahuinya. Di tahun pertama, fokus utamamu adalah membangun kesadaran merek (brand awareness). Namun, ingatlah bahwa promosi tidak selalu berarti harus menggunakan iklan yang mahal.
Manfaatkan platform media sosial sebagai sarana promosi. Kuncinya terletak pada seberapa relevan kontenmu bagi calon pembeli. Selain itu, interaksi yang hangat dengan pengikut akan membangun kepercayaan, yang merupakan modal utama dalam transaksi jangka panjang.
4. Membangun Networking dan Kolaborasi dengan Kolega
Di tahun pertama, kamu tidak bisa berjalan sendirian. Membangun jaringan atau networking adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga. Hubungan baik dengan sesama pengusaha, pemasok (supplier) bisa membuka pintu peluang yang tidak terduga.
Melalui networking, kamu bisa mendapatkan informasi tren pasar terbaru atau rekomendasi vendor dengan harga miring. Selain itu, cobalah strategi kolaborasi dengan bisnis lain yang memiliki target pasar serupa. Semakin luas koneksimu, semakin besar pula dukungan yang bisa kamu dapatkan saat menghadapi kendala.
Kesimpulan
Mempertahankan bisnis di masa awal memang membutuhkan ketahanan mental dan strategi yang matang. Tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Namun, dengan disiplin menerapkan empat cara di atas, peluang bisnismu untuk naik kelas akan semakin terbuka lebar.
Jadi, dari empat cara supaya bisnis kecil bertahan di atas, mana yang sudah mulai kamu terapkan hari ini?
Kunjungi Dipdop.net untuk referensi lain seputar bisnis, strategi konten, atau digital marketing yang relevan buat kamu. (RP)
Baca juga: Calon Pengusaha Wajib Baca! Ini 5 Persiapan Sebelum Membuka Usaha
