3 Kesalahan Fatal Saat Memulai Jualan Online yang Wajib Dihindari

DIPDOP > Ceative Agency > Penjualan > 3 Kesalahan Fatal Saat Memulai Jualan Online yang Wajib Dihindari
Biar Nggak Bangkrut! 3 Strategi Jualan Bertahan di Tengah Ekonomi Lesu

Dipdop.net – Banyak pelaku usaha kecil, khususnya ibu rumah tangga atau emak-emak, yang memulai jualan online dengan harapan bisa menambah penghasilan keluarga. Bermodalkan handphone, mereka mulai promosi di WhatsApp, Facebook, atau Instagram. Namun sayangnya, tidak sedikit yang akhirnya berhenti di tengah jalan karena merasa jualannya tidak kunjung laku.

Berdasarkan data dari Kominfo dan Katadata, sekitar 87% UMKM yang dikelola ibu rumah tangga berhenti dalam tiga bulan pertama karena tidak mendapatkan hasil yang diharapkan. Angka ini tentu mengkhawatirkan. Bukan karena produknya tidak bagus, melainkan karena banyak yang melakukan kesalahan mendasar saat mulai jualan online.

Berikut ini adalah tiga kesalahan fatal yang paling sering terjadi dan bagaimana cara memperbaikinya.

Baca Juga: Pola Kerja Sama Bisnis yang Sehat: Jangan Mulai Tanpa Fondasi yang Jelas

1. Langsung Jualan Tanpa Membangun Kepercayaan (Trust)

Kesalahan pertama dan paling umum adalah terlalu cepat menawarkan produk tanpa membangun kepercayaan. Banyak penjual hanya mengisi status WhatsApp dengan foto produk dan harga, berharap orang langsung membeli. Padahal, dalam dunia online, kepercayaan adalah segalanya.

Seseorang tidak akan membeli dari penjual yang belum mereka kenal. Bahkan menurut riset pemasaran, calon pembeli perlu melihat sebuah brand atau akun minimal 5–7 kali sebelum akhirnya percaya dan memutuskan membeli. Jika pembeli punya uang, punya kebutuhan, dan merasa produknya penting, tetapi tidak percaya pada penjualnya, maka mereka akan membeli ke tempat lain.

Solusinya adalah membangun personal branding. Perkenalkan diri Anda: siapa Anda, mengapa Anda berjualan, dan apa keunikan produk yang Anda tawarkan. Ceritakan alasan di balik usaha Anda. Misalnya, ingin membantu ekonomi keluarga, ingin mandiri secara finansial, atau punya mimpi tertentu yang ingin diwujudkan.

Personal branding paling mudah dibangun lewat cerita. Cerita tentang perjuangan, proses, dan keseharian jauh lebih kuat dibanding sekadar promosi produk. Selain itu, lakukan posting secara konsisten di WhatsApp Story, seperti:

– Membuka toko atau order hari ini

– Menyapa dan bertanya kabar

– Menampilkan testimoni

– Menunjukkan aktivitas pengemasan atau resi

Semua ini bertujuan agar orang percaya bahwa Anda benar-benar penjual yang serius dan profesional.

2. Menjual Terlalu Banyak Produk Sekaligus dan Tidak Fokus

Kesalahan kedua adalah menjual semua produk sekaligus tanpa fokus. Banyak penjual merasa semakin banyak produk yang ditawarkan, semakin besar peluang laku. Padahal kenyataannya justru sebaliknya.

Ketika calon pembeli melihat terlalu banyak pilihan, mereka malah bingung dan akhirnya tidak membeli apa pun. Fokus yang terlalu lebar juga membuat penjual kesulitan dalam komunikasi, pelayanan, dan promosi.

Solusi yang tepat adalah fokus pada sedikit produk unggulan. Jika Anda punya puluhan atau bahkan ratusan produk, pilih:

– 10 produk terlaris

Dari 10 itu, pilih 5 yang paling cepat closing, lalu kerucutkan lagi menjadi 1–3 produk yang paling mudah dijual

Kuasai satu produk atau satu kategori terlebih dahulu. Bangun positioning yang kuat di produk tersebut. Setelah pelanggan masuk dan percaya, barulah lakukan upselling atau cross-selling ke produk lain. Dengan cara ini, branding Anda akan lebih jelas dan penjualan lebih terarah.


3. Tidak Memahami Pola Promosi dan Teknik Closing

Kesalahan fatal ketiga adalah tidak memahami cara promosi dan closing. Faktanya, sekitar 91% penjual online menggunakan WhatsApp sebagai channel utama, tetapi hanya sebagian kecil yang benar-benar paham cara menutup penjualan dengan benar.

Banyak yang terlalu agresif menawarkan produk: “Ayo beli sekarang”, “Promo hari ini”, atau “Buruan order”. Cara ini justru sering membuat calon pembeli tidak nyaman.

Solusi yang lebih efektif adalah menggunakan soft selling, terutama di WhatsApp Story. Buat 7–10 story per hari secara konsisten selama minimal satu bulan. Polanya:

– Story 1–6: konten ringan (aktivitas, edukasi, cerita, testimoni, keseharian)

– Story terakhir: baru berikan call to action

Dengan cara ini, calon pembeli tidak merasa dipaksa, tetapi perlahan diyakinkan. Selain itu, pelajari juga copywriting dan teknik closing yang tepat agar pesan promosi Anda lebih persuasif.

Baca Juga: Cara Hitung HPP Biar Jualan Gak Cuma Laris, Tapi Juga Bikin Dompet Aman

Kesimpulan

Jualan online bukan sekadar upload foto produk dan menunggu pembeli datang. Dibutuhkan strategi, konsistensi, dan pemahaman dasar pemasaran. Dengan menghindari tiga kesalahan fatal ini, tidak membangun trust, tidak fokus produk, dan salah pola promosi, peluang Anda untuk sukses jualan online akan jauh lebih besar.

Ingat, hasil besar datang dari perbaikan kecil yang dilakukan secara konsisten. Jangan menyerah di tiga bulan pertama. Perbaiki caranya, maka hasil akan mengikuti.

Kunjungi Dipdop.net untuk dapatkan lebih banyak insight dan tips kreatif buat UMKM seperti kamu!(BRF)

Bramantyo Rahardyan Firmansyah
tyobraman30@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *