
Dalam dunia usaha, memahami istilah-istilah dasar bisnis bukan sekadar teori, tapi menjadi bekal penting dalam mengambil keputusan dan menyusun strategi. Apalagi di era digital, para pelaku UMKM dituntut untuk melek istilah bisnis agar tidak salah langkah. Nah, berikut ini adalah 15 istilah bisnis populer yang sering muncul dalam praktik usaha sehari-hari beserta contohnya, agar mudah dipahami dan langsung bisa kamu terapkan.
1. Profit
Menurut Investopedia.com, Profit adalah keuntungan bersih yang diperoleh dari hasil penjualan setelah dikurangi semua biaya operasional.
Contoh: Bisnis tanpa profit seperti usaha tanpa tujuan, karena tidak ada hasil yang diukur.
2. Margin
Menurut Ocbc.id, Margin adalah selisih antara harga jual dan biaya produksi.
Contoh: Tentukan margin yang sehat agar bisnismu tetap untung dan berkelanjutan.
3. Supplier
Supplier adalah pemasok barang atau bahan baku untuk bisnis.
Contoh: Cari supplier terpercaya untuk menjaga kualitas produk dan kelancaran produksi.
4. Revenue
Revenue adalah pendapatan total dari hasil penjualan, belum dikurangi biaya apapun.
Contoh: Revenue besar belum tentu berarti untung besar, jika biaya operasional juga tinggi.
5. Target Market
Target market adalah kelompok orang yang menjadi sasaran utama dari produk atau jasa yang ditawarkan.
Contoh: Kenali target market agar pemasaran lebih tepat sasaran dan efisien.
6. Networking
Networking adalah proses membangun relasi bisnis yang bermanfaat dalam jangka panjang.
Contoh: Networking yang luas bisa membuka peluang kerja sama dan pemasaran baru.
Baca Juga : Cara Cepat FYP dan Sukses Jadi Affiliate Marketing ala Reizuka Ari – DIPDOP
7. Inventory
Inventory adalah jumlah persediaan barang yang dimiliki oleh bisnis.
Contoh: Jangan biarkan inventory menumpuk terlalu lama karena bisa jadi stok mati.
8. KPI (Key Performance Indicator)
KPI adalah indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu aktivitas bisnis.
Contoh: Pantau KPI secara rutin agar strategi bisnis bisa dievaluasi dengan jelas.
9. Reseller
Reseller adalah orang yang menjual kembali produk dari supplier dengan harga yang lebih tinggi.
Contoh: Bisnis reseller cocok untuk pemula karena bisa dimulai dengan modal kecil.
10. Customer Retention
Customer retention adalah kemampuan bisnis dalam mempertahankan pelanggan lama.
Contoh: Customer retention yang baik bikin pelanggan setia terus beli produkmu.
11. Omzet
Omzet adalah total hasil penjualan sebelum dikurangi biaya operasional.
Contoh: Omzet tinggi belum tentu menunjukkan bisnis untung. Profit yang lebih penting.
12. Brand Awareness
Brand awareness adalah tingkat seberapa dikenalnya merek kamu di benak konsumen.
Contoh: Tingkatkan brand awareness agar konsumen lebih mudah mengingat dan memilih produkmu.
13. Upselling
Upselling adalah strategi menjual produk dengan harga lebih tinggi atau versi premium.
Contoh: Upselling bisa meningkatkan pendapatan dari satu transaksi pelanggan.
14. Digital Marketing
Digital marketing adalah strategi pemasaran menggunakan platform digital seperti media sosial, email, dan mesin pencari.
Menurut DataReportal.com, 74% pengguna internet Indonesia mengakses media sosial setiap hari, membuat digital marketing sangat potensial. Sumber: Datareportal Indonesia 2025
Contoh: Di era sekarang, digital marketing adalah kunci utama sukses bisnis online.
15. Scalability
Scalability adalah kemampuan bisnis untuk berkembang tanpa kehilangan efisiensi.
Contoh: Pastikan bisnismu scalable agar siap menghadapi permintaan yang terus tumbuh.
Kesimpulan
Dengan memahami dan menerapkan 15 istilah bisnis ini, kamu akan lebih siap dalam menyusun strategi, membuat laporan keuangan, hingga mengambil keputusan penting dalam pengembangan usahamu. Tak hanya itu, kamu juga akan terlihat lebih profesional saat berkomunikasi dengan investor, mitra, atau tim internal.
