Manajemen Krisis PR: Kemampuan Jitu di dalam Berbisnis

DIPDOP > Ceative Agency > Business Consulting > Manajemen Krisis PR: Kemampuan Jitu di dalam Berbisnis
Manajemen krisis PR adalah skill yang perlu dimiliki semua pebisnis.

Memiliki kemampuan manajemen krisis PR atau krisis public relation adalah hal krusial yang perlu dimiliki oleh pebisnis manapun, dan dari skala apapun.

Dalam melakukan bisnis, tentu kita akan menemukan banyak kendala, salah satunya adalah krisis.

Jenis krisis yang tidak jarang menimpa perusahaan adalah krisis PR. Sayangnya, tidak semua perusahaan atau pelaku bisnis mengerti dan mengetahui secara mendalam terkait jenis krisis yang satu ini.

Padahal, apabila ditangani dengan tepat, krisis PR tidak akan berdampak terlalu besar bagi keberlangsungan perusahaan.

Di artikel kali ini, kami akan menjelaskan lebih jauh tentang tips dalam manajemen krisis PR lengkap dengan pengertian, jenis, dan tahapan-tahapannya.


Pengertian Krisis PR

Krisis PR diartikan sebagai sebuah kondisi di mana terjadi suatu kasus atau situasi yang dapat merusak reputasi perusahaan/bisnis/individu secara signifikan apabila tidak ditangani dengan benar.

Perusahaan/bisnis/individu dapat mengalami krisis ini dari dua sumber, yaitu eksternal dan internal.

  • Eksternal, atau berkaitan dengan pihak luar: Bencana alam, perubahan tendensi politik dunia, perang dunia, tekanan dari media sosial, perubahan peraturan negara, komplain dari pelanggan, dsb.
  • Internal, atau berkaitan dengan pihak dalam: Skandal, produk gagal yang sudah terlanjur terjual, konflik internal, penggelapan dana, dsb.

Apabila Anda adalah pemilik bisnis atau individu dengan elektabilitas yang tinggi, menanggulangi krisis PR dengan baik akan sangat menguntungkan.

  1. Melindungi reputasi bisnis. Anda tentu mengerti bahwa reputasi menjadi salah satu aset terpenting. Penanganan yang tidak baik terhadap krisis dapat merusak reputasi perusahaan/bisnis/individu secara signifikan, yang bisa berdampak negatif pada kepercayaan pelanggan, investor, dan masyarakat secara umum.
  2. Mencegah dampak finansial yang terlalu besar. Hal ini dapat langsung memengaruhi kesehatan finansial perusahaan. Perusahaan/bisnis bisa mengalami penurunan penjualan, kehilangan pelanggan, atau penurunan nilai saham akibat krisis yang tidak ditangani dengan baik.
  3. Mengembalikan kepercayaan pelanggan. Pelanggan cenderung lebih memilih untuk berbisnis dengan perusahaan yang memiliki reputasi baik dan terpercaya. Apabila sebuah krisis tidak ditangani dengan baik, ini dapat mengurangi kepercayaan pelanggan dan membuat mereka mencari alternatif lain.
  4. Mengamankan legitimasi dan lisensi. Di beberapa kasus, ini dapat mengancam legitimasi atau lisensi operasi perusahaan. Pemerintah atau badan regulasi mungkin memberikan sanksi hukum kepada perusahaan yang terlibat dalam skandal atau pelanggaran serius.
  5. Menjaga keberlanjutan bisnis. Perusahaan yang tidak mampu mengelola krisis ini dengan baik mungkin menghadapi tantangan yang sangat besar untuk bertahan dalam jangka panjang.

Level-level Krisis PR

Terdapat 3 level dari krisis PR yang perlu Anda tahu, sehingga ada dapat melakukan manajemen krisis PR tersebut dengan baik.

Level 1

Krisis PR level 1 melibatkan beberapa hal baik di ranah eksternal maupun internal yang dapat tereskalasi sebagai krisis bila tidak direspon dengan baik.

  1. Kegagalan produk. Hal ini meliputi output produk yang tidak lolos QC seperti cacat kemasan, komposisi bahan yang tidak sesuai, dan sebagainya, namun sudah terlanjur dipasarkan.
  2. Kekerasan di lingkungan kerja. Perilaku yang mengintimidasi, melakukan bullying, dan mendiskriminasi pekerja dapat berujung ke krisis yang lebih besar bila tidak disikapi dengan benar.
  3. Skandal perusahaan. Skandal ini bisa beraneka ragam, seperti penggelapan dana, manipulasi data, pencurian data, dan sebagainya.

Kunci agar jenis kasus di level 1 tidak berujung menjadi krisis PR adalah dengan mempublikasikan respon yang tepat.

Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah membuat press release secara profesional, melakukan publikasi ke seluruh kanal komunikasi atau sosial media, dan bekerja sama dengan media supaya pesannya benar-benar disampaikan dengan baik.

Level 2

Di level 2, situasi yang muncul adalah komplain atau kritik konsumen yang tidak direspon dengan baik. Untuk menangani hal tersebut, Anda perlu menentukan manakah komplain yang dapat dipublikasikan atau diselesaikan secara pribadi.

Langkah lainnya adalah Anda wajib untuk memvalidasi komplain atau kritik yang dilontarkan dan berterima kasih terhadap kepedulian konsumen.

Setelah itu, Anda bisa untuk menyikapinya dengan mengirimkan barang baru, memberikan voucher, atau kompensasi lainnya.

Secara bersamaan, Anda juga perlu membawa komplain atau kritik yang dilontarkan oleh pelanggan sebagai bahan evaluasi dan pembaruan SOP.

Level 3

Level 3 di dalam krisis PR berkaitan dengan perusahaan/bisnis dengan lini serupa dengan bisnis Anda yang mengalami krisis juga. Anda perlu mengantisipasi hal ini agar tidak terjadi kejadian serupa di bisnis yang Anda miliki.

Untuk menghindari hal ini, Anda bisa untuk memonitor perkembangan kompetitor dalam mengatasi krisis yang mereka alami, dan membuat rancangan mitigasi untuk krisis yang serupa.

Langkah-langkah dalam Merespon Krisis PR

Sebagai pelaku bisnis, Anda perlu untuk melakukan langkah-langkah yang tepat dalam manajemen krisis PR sehingga dapat meminimalisir resiko yang akan ditimbulkan.

Berikut 5 tahapan yang bisa Anda lakukan untuk merespon krisis PR

Melakukan Validasi

Penting bagi Anda sebagai pelaku usaha memvalidasi kesalahan atau permasalahan yang terjadi sebagai bagian dari pembelajaran diri.

Tentu saja sebuah usaha tidak selalu berjalan dengan mulus, sehingga ada kalanya kesalahan yang tidak terprediksi menjadi boomerang bagi kelancaran usaha.

Apabila kita mengelak atau menyembunyikan fakta yang ada, hal ini akan menjadi semakin runyam dan dapat menimbulkan persepsi yang buruk

Berkomunikasi dengan Transparan

Anda perlu menjelaskan kronologi mencuatnya masalah. Hal ini akan membuat persepsi publik menjadi lebih baik daripada tanpa kronologi.

Anda juga perlu memberikan informasi yang jelas dan transparan ke publik supaya mereka tidak berasumsi yang aneh-aneh.

Apabila perlu dan sangat krusial, Anda bisa mengajak media untuk turut membantu mempublikasikan klarifikasi dari krisisnya.

Melakukan Aksi Cepat

Krisis PR memerlukan aksi penanganan yang cepat dan tanggap. Hal ini sangat diperlukan terlebih dengan kecepatan terluasnya sebuah berita di sosial media.

Jikalau diperlukan, Anda bisa untuk membentuk 1 tim khusus yang berfokus pada penanganan masalah PR (crisis PR response team).

Berkomitmen dalam Penyelesaian Masalah

Selanjutnya, Anda juga perlu menunjukkan sikap tanggung jawab untuk menyelesaikan krisis ini, seperti menyediakan kompensasi, memberikan diskon, dan sebagainya.

Pastikan bahwa individu yang terdampak merasa bahwa solusi yang ditawarkan bisa membantu mereka dan membuat mereka percaya kembali kepada Anda.

Melakukan Pemulihan Reputasi

Langkah terakhir ini tentu tidak bisa dalam semalam terwujud, melainkan perlu proses yang panjang dan bertahap karena kemungkinan akan ada komentar-komentar negatif yang masih bermunculan.

Oleh karena itu, perusahaan/bisnis perlu untuk mengembalikan citra positif kembali lewat berbagai macam cara seperti perbaikan pelayanan, kampanye positif, memangkas akar masalah (mis. dari karyawan, sistem, dsb.), dan lain sebagainya.


Nah, berikut adalah tips dalam merespon krisis PR dengan baik dan benar. Apabila Anda memerlukan solusi lebih konkrit terhadap bisnis Anda, DIPDOP menyediakan jasa Konsultasi Bisnis yang terpercaya. Semoga artikel ini membantu, ya!

Adinda Feriana Madani
adindamadani01@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *